Anda pasti telah mengetahui ada sekitar 4 startup unicorn di Indonesia yang diakui oleh masyarakat ekonomi dunia. Coba kenali lebih dekat dua di antaranya, yuk. Berikut ini dua startup unicorn yang akan dibahas lebih lanjut di artikel ini, yaitu BukaLapak dan GoJek.

BukaLapak adalah startup terakhir yang masuk ke dalam jajaran empat besar startup unicorn di Indonesia. BukaLapak didirikan pada 11 September 2011 oleh Ahmad Zaky yang juga sebagai Chief Executive Officer. Kabar mengenai ‘bergabungnya’ BukaLapak sebagai salah satu startup unicorn di Indonesia disampaikan sendiri oleh Ahmad Zaky pada acara Digital Economic Briefing yang diselenggarakan oleh Tempo beserta Indosat Ooredoo di tahun 2017 lalu.

BukaLapak diklaim telah mendapatkan pendanaan senilai total valuasi lebih dari 1 miliar dolar Amerika. Startup ini jika dibandingkan dengan 3 startup lainnya, agak terlambat mendapatkan nilai valuasi sebesar itu agar bisa disebut sebagai unicorn Indonesia.

BukaLapak berada di bawah naungan PT. Bukalapak.com. BukaLapak mendapatkan pendanaannya dari 9 investor. Dan beberapa investor tersebut antara lain Mirae-Asset Naver Asia Growth Fund, Emtek Group, GIC, dan lain-lain. BukaLapak memiliki total pendanaan sebesar Rp 701 miliar (50 juta dolar Amerika) dari 6 seri pendanaan. Sedangkan nilai valuasinya sebesar Rp 14 triliun (1 miliar dolar Amerika).

Startup unicorn lainnya adalah GoJek, yang didirikan oleh Nadiem Makarim pada 12 Oktober 2010. Startup yang satu ini dinobatkan sebagai unicorn Indonesia dengan nilai valuasi sebesar Rp 140 triliun atau sekitar 10 miliar dolar Amerika.

GoJek berada di bawah naungan PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa. Meski GoJek lebih dikenal sebagai startup yang bergerak dalam bidang transportasi, namun GoJek ingin bergerak lebih jauh dalam bidang usaha on demand (berusaha menyediakan beragam produk atau jasa).

Ada sekitar 28 investor yang mendanai GoJek, antara lain Visa, Mitsubishi Motors, Google, Tencent, JD.COM, dan sebagainya. Menurut sumber katadata Indonesia, GoJek memiliki total pendanaan senilai Rp 43,5 triliun atau sekitar 3,1 miliar dolar Amerika dari 11 seri pendanaan.

Tak heran bila Gojek adalah startup pertama Indonesia yang berhasil meraih nilai valuasi sebagai unicorn di tahun 2016. Sekitar 6 tahun setelah berdirinya. Sama halnya dengan startup unicorn Indonesia lainnya, Tokopedia yang mendapatkannya setelah 6 tahun didirikan.

BukaLapak dan Tokopedia bergerak dalam bidang e-commerce. Sedangkan Traveloka, startup unicorn Indonesia lainnya, dikenal sebagai startup dalam bidang usaha travel.

Itulah sekilas informasi tentang 2 startup unicorn Indonesia. Di artikel berikutnya akan dibahas tentang dua startup unicorn lainnya, ya.