UMKM Dorong Ekraf dan Pariwisata

Pemerintah kini diketahui tengah menggalakkan sektor pariwisata dan juga ekonomi kreatif. Menurut ekonom Mari Elka Pangestu, dirinya mempercayai pariwisata dan ekraf bakal jadi kekuatan baru Indonesia. Mantan menteri yang sempat menggawangi sektor tersebut juga mengaku menemukan fakta bahwa sinergi antara ekonomi kreatif dengan pariwisata sangat erat. “Saling mendukung sehingga saya senang bahwa itu dikembalikan lagi jadi satu karena saling mengisi. Itu jadi kekuatan baru,” katanya, seperti dikutip Antara.

Calon Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut berpendapat, ekraf merupakan sektor yang banyak bicara mengenai cara mengambil nilai dan mendapatkan nilai tambah dari modal yang ada, semisal tenun yang mempunyai nilai tambah sebagai produk kreatif disainer.

Tak hanya di Tanah Air, ekraf juga memiliki peranan penting dalam pengembangan ekonomi di negara Kawasan Asia Tenggara yang tergambar melalui peningkatan sumbangan terhadap produk domestik bruto (PDB). Adapun kontribusi pertumbuhan ekonomi tersebut ternyata kebanyakan berasal dari pelaku UMKM.

Hal tersebut sempat diungkapkan Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Ade Petranto saat acara “ASEAN Regional Workshop on Creative Economy” tahun lalu. Menurutnya, UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi kreatif di Kawasan ASEAN karena pelaku kreatif kebanyakan berasal dari sektor ini. Tak hanya Indonesia, negara lain yang telah memiliki lembaga khusus untuk pengembangan ekraf adalah Malaysia dan Thailand, yang juga menunjukkan perkembangan menjanjikan.

Salah satu wadah ekraf Tanah Air, Kreavi, tercatat telah memiliki 55 ribu anggota yang berprofesi sebagai desainer, ilustrator, dan fotografer, yang tersebar di 41 kota di Indonesia. Kreavi yang digawangi Motulz Anto dan Staf Khusus Presiden, Putri Tanjung, tersebut juga telah digandeng oleh Kementerian Koperasi dan UKM guna mengembangkan UMKM.

Ditambah lagi, Kreavi sebelumnya diketahui sudah banyak melakukan kegiatan peningkatan kualitas produk UMKM dan sudah terhubung dengan media sosial internasional. “Ini bukti bahwa kita terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak, untuk mewujudkan Gerakan UMKM Naik Kelas,” tutur Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Pendampingan bagi Wisata
Senada dengan geliat ekraf, sektor pariwisata juga tak lepas dari peran UMKM. Hal tersebut sempat diungkapkan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin saat memimpin rapat terbatas terkait pengembangan Lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia beberapa waktu lalu.

“Peranan UMKM penting dalam menggerakkan potensi desa wisata. Itu perlu didukung dalam pendampingan pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan,” tuturnya.

Karenanya, Ma’ruf pun meminta adanya langkah pengembangan destinasi wisata dengan memperhatikan aspek ekonomi rakyat yang melibatkan masyarakat sekitarnya. Adapun pendampingan dan pembinaan, semisal dalam menyediakan fasilitas dan akomodasi.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sendiri juga diketahui tengah mendorong program pengembangan usaha bagi UMKM di sejumlah kawasan pariwisata. Asisten Deputi Investasi Pariwisata Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Hengky Manurung, menyebutkan, mayoritas pelaku usaha Tanah Air saat ini adalah UMKM dengan porsi sebanyak 80 persen.

Untuk membantu permodalan bagi UMKM, Kemenparekraf juga telah menggandeng perusahaan milik BUMN, yakni PT Permodalam Nasional Madani, sedangkan untuk pengembangan usaha besar di sekitar kawasan pariwisata dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.

Sementara itu Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menggandeng Koperasi Jasa Sentra Usaha Alam Nusantara guna mengangkat produk UMKM di lima destinasi super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur DIY, Mandalika NTB, Labuan Bajo NTT, dan Likupang.

Sebagai holding dari usaha-usaha wisata, mulai dari arum jeram, tour guide, pecinta alam, hingga oleh-oleh, koperasi ini akan dimasukkan ke dalam tim lapangan yang memetakan potensi di masing-masing destinasi. “Misalnya di Labuan Bajo seperti apa produk UMKM unggulannya atau di Sekupang seperti apa,” terang Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sumber: Diolah
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply