Wabah Corona Dorong UMKM Lebih Eksis

Virus Corona terus menebar ancaman. Di Cina, tercatat hingga lebih dari 1.000 orang meninggal, sedangkan di dunia lebih dari 42 ribu orang terinfeksi virus ini. Perekonomian global pun ikut terguncang lantaran negeri asalnya masuk dalam jajaran negara perekonomian terbesar di dunia.

Meski belum terbukti masuk ke Indonesia, pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi dan terus memberikan informasi penting bagi masyarakat terkait virus tersebut. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pun meyakini jika pemerintah terus menginformasikan perkembangan penanganan virus Corona, maka tak akan ada keraguan yang datang dari dunia internasional. “Sehingga persepsi yang ada di luar kepada pemerintah Indonesia betul-betul sangat serius dalam menangani ini,” tutur Jokowi.

Dikutip dari Katadata, dampak virus Corona turut mempengaruhi perekonomian Tanah Air melalui tiga sektor, yakni investasi, perdagangan, dan pariwisata. Pasalnya, sepanjang 2019 investasi yang berasal dari perusahaan milik asing (PMA) Negeri Panda mencapai US$4,7 miliar atau 16,8 persen dari total PMA. Cina juga menjadi mitra perdagangan terbesar Indonesia sepanjang tahun lalu, demikian juga wisatawannya yang berkunjung ke Tanah Air menempati urutan kedua terbesar dengan 2,1 juta kunjungan.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri diperkirakan pada kuartal I-2020 berada di bawah 5%. Karenanya, calon Direktur Pelaksana Kebijakan Pembangunan dan Kemitraan Bank Dunia Mari Elka Pangestu menyarankan pemerintah bisa menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi di dalam negeri dapat tetap tumbuh, meski ekspor dan investasi melemah. Dirinya pun menilai Program Keluarga Harapan (PKH) dan program yang mendorong UKM perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi penurunan daya beli, serta memberi insentif dan subsidi yang mampu mendorong sektor pariwisata.

Peluang dan Dampak bagi UMKM
Selain diperkirakan memberi dampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, wabah penyakit menakutkan ini juga diprediksi memberikan peluang bagi sektor lain. Seperti diungkapkan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, merebaknya virus Corona bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan eksistensi produk UMKM menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, seperti dengan meningkatkan penjualan produk tersebut di dalam negeri dan mengganti produk impor, terutama dari Cina, dengan produk UMKM. “Kita mau geserlah, daripada minum soda, lebih baik minum kopi,” ujar Teten.

Selain itu, pemerintah juga mengajak para pelaku furnitur untuk menaikkan kapasitas produksi dan ekspornya. Pemerintah juga telah mengidentifikasi masalah para pelaku usaha ini yang mencakup suplai bahan baku, pembiayaan, modernisasi peralatan, dan peningkatan SDM.

Senada dengan keinginan pemerintah tersebut, Sekretaris Jenderal Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Toto Dirgantoro juga menyatakan Indonesia berpeluang besar meningkatkan volume ekspor, khususnya produk-produk makanan dan minuman. Ini dikarenakan Cina mengalami kesulitan untuk memproduksi makanan dan minuman. “UKM kita bisa ambil peluang, agar ekspor kita meningkat, khususnya makanan dan minuman,” ujarnya, seperti dikutip sindonews.

Meski demikian, wabah virus Corona tampaknya telah memberi dampak langsung kepada para pelaku UMKM di Bali. Pasalnya, penurunan drastis jumlah wisatawan menyebabkan perputaran bisnis mereka terganggu. Namun, sepanjang wilayah Bali masih bisa menangkal masuknya virus Corona, diyakini Pulau Dewata masih akan tetap menjadi pilihan destinasi favorit wisatawan lokal maupun mancanegara.

Sumber: Diolah
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply