MUS Halal Convenience Store, Bangun Sinergi dengan UMKM

Jakarta, SWA.co.id – Kehadiran MUS Halal Convenience Store membawa angin segar bagi para pelaku UMKM. Pasalnya, convenience store ini menyediakan area khusus bagi para mitra UMKM untuk memasarkan produknya.

Menurut Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah, MUS Halal juga siap menggandeng UMKM yang membutuhkan modal ataupun pemasaran. “MUS akan menjadi one stop solution melalui empat unit usahanya yang mencakup produk, lab, toko, dan kuliner,” jelas Tedy.

MUS Halal Convenience Store merupakan toko berkonsep halal dan outlet pertama yang dirintis Multi Inti Sarana Group (MIS Group), melalui anak usahanya, PT Multi Usaha Syariah (MUS).

MUS Halal Convenience Store hadir pertama kalinya di Kota Depok untuk melayani masyarakat yang sangat peduli kesehatan dan memerlukan gerai produk halal yang nyaman. “Kami juga membangun sinergi dengan para pelaku UMKM untuk maju bersama melalui usaha toko halal ini,” kata Tedy saat grand opening MUS Halal Convenience Store, disaksikan jajaran direksi dan komisaris MIS Group.

Mulai beroperasi di kawasan Meruyung, Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan area wisata religi Masjid Kubah Emas, MUS Halal Convenience Store yang resmi dibuka hari Minggu (2/2) menjadi alternatif baru bagi warga Depok untuk berbelanja produk halal kebutuhan sehari-hari dengan konsep kenyamanan.

Selain itu, MUS Halal Convenience Store yang terdiri dari tiga lantai, dilengkapi dengan MUS Halal Market, MUS Halal Café, gudang produk grosir, gerai UMKM, mushala, toilet, dan area olahraga panahan.

CEO MUS Muhd Imanuddin Nur menambahkan, MUS Halal Convenience Store dikelola oleh anak usaha MUS, yaitu PT Multi Toko Halal Indonesia (MTHI). Rencananya, MUS Halal Convenience Store akan dikembangkan dengan tiga tipe, yaitu tipe A dengan investasi sekitar Rp 1 miliar (luas lantai di atas 600 m2), tipe B dengan investasi Rp 750 juta (luas lantai sekitar 500 m2), dan tipe C dengan investasi Rp 350 juta (luas lantai sekitar 160 m2), di mana semua tipe akan dilengkapi mushala dan kafe.

Ia menambahkan, untuk mempercepat pengembangan, MUS Halal Convenience Store tidak akan menggunakan sistem franchise, tetapi lebih mengutamakan pola kemitraan, pola bagi hasil dari profit. “Kalau tidak ada profit, tidak ada bagi hasil. Karena aturan main yang kami terapkan adalah no royalty fee (by omzet). Sedangkan konsep profit sharingyang diberlakukan adalah ‘musyarakah’. Dalam bisnis ini kami selalu mengedepankan ‘Go Halal, No Riba,” kata Imanuddin.

Selain itu, menurut Imanuddin, MUS hadir dengan tiga bisnis untuk produk, pertama adalah fast through untuk langsung membeli barang UMKM untuk dijual kembali dan ekspor. Kedua, melakukan co-branding dengan membeli produk lalu menjual kembali dengan merek MUS. Ketiga adalah kerja sama operasi (KSO) dengan cara berbagi hasil.

“Kehadiran toko halal ini tentunya akan menguntungkan para pedagang dan pelaku usaha pasar tradisional di wilayah sekitar. Pasalnya, para pedagang dapat dengan mudah memperoleh produk dengan harga grosir bernama Pahala atau Paket Halal di MUS Halal Convenience Store,” tambah Imanuddin.

Diakui Tedy, belum banyak korporasi yang fokus menggarap bisnis seperti ini. Semua produk yang dijual di MUS Halal Market telah memenuhi uji lab BPOM untuk mendapatkan izin edar dengan kode ML. Dan tentunya mengikuti verifikasi halal standar MUI. MUS tidak memasarkan produk rokok, minuman beralkohol, obat kuat atau suplemen, termasuk alat kontrasepsi.

Rencananya MUS Halal Convenience Store akan terus dikembangkan di seluruh wilayah Tanah Air, ditargetkan sekitar 200 toko halal. Pertimbangannya, kata Tedy, karena MIS Group saat ini berafiliasi dengan beberapa koperasi di Indonesia, dengan jumlah anggota sekitar 1.400 dari kelompok menengah-atas yang sebagian berprofesi wirausahawan, sehingga potensi untuk menjadi mitra toko halal sangat besar. Misalnya, bila ada anggota koperasi memiliki dua ruko, bisa bekerja sama dengan MUS untuk mendirikan toko halal di daerahnya.

Related Posts

Leave A Reply