Toko Purwakarta salah satu marketplace lokal yang membidik segmen UMKM

UMKM Menggeliat, Beragam Aplikasi Digital Serbu Pelaku Usaha

Toko Purwakarta salah satu marketplace lokal yang membidik segmen UMKM
Toko Purwakarta salah satu marketplace lokal yang membidik segmen UMKM

Sejalan dengan langkah pemerintah yang terus menggenjot bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan teknologi berbasis online juga turut menyemarakkan potensi lebih dari 59 juta pelaku usaha mini Tanah Air ini. Ditambah lagi, sekitar 90 persennya masih menjalankan bisnisnya dalam ranah offline.

Kabar teranyar datang dari Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) yang menargetkan pengoperasian fasilitas pemasaran digital berbasis aplikasi khusus produk UMKM pada Agustus 2020 mendatang. Selain menggairahkan bisnis UMKM, menurut Ketua Akumindo Ikhsan Ingratubun, aplikasi digital khusus produk UMKM lokal perlu diangkat lantaran para pelaku bisnis online masih cenderung memperdagangkan barang impor. “Aplikasi e-Commerce yang ada saat ini hampir 95 persen produknya itu impor. Kita ingin buat aplikasi yang khusus bagi produk-produk UMKM, tanpa ada produk impor,” tuturnya.

Adapun yang sudah berjalan, semisal yang diluncurkan Himpunan Pengusaha Online Indonesia (Hipo) via aplikasi Histore yang turut bertujuan membawa para pelaku UMKM agar naik kelas dan go digital. Aplikasi ini diklaim dapat membantu para pebisnis UMKM untuk memberikan edukasi bisnis digital, perluasan pasar hingga ekspor, serta bantuan pendanaan. Meski, aplikasi ini hanya bisa digunakan oleh para pelaku usaha yang sudah mendaftar di Hipo.

Selain itu, terdapat aplikasi Qasir. Berdiri sejak 2015, layanan besutan PT Solusi Teknologi Niaga ini telah menjangkau sekitar 200 ribu pengguna di 500 kota di Indonesia pada 2019 lalu. Aplikasi ini bertujuan dapat membantu para pelaku usaha, khususnya mikro, untuk melakukan pencatatan keuangan serta membantu para pelaku usaha mengembangkan usahanya.

Lalu ada lagi KoinWorks yang melakukan kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) untuk memberikan edukasi dan penyaluran pendanaan kepada pelaku UMKM. Senada dengan yang lainnya, KoinWork bertujuan mengedukasi para pelaku UMKM agar mampu mengelola bisnisnya, terutama bagian keuangan, lebih baik lagi.

Tak hanya berskala nasional, layanan aplikasi berskala lokal juga muncul guna membantu UMKM yang berasal dari Purwakarta, Jawa Barat. Bertitel Tokopurwakarta.com atau Topur, sang pembuatnya, Salman Al Farisi (30) yang memiliki keprihatinan dengan kondisi perkembangan UMKM di Purwakarta, mencoba membantu pemasaran produk para pelaku usaha tersebut. Selain memudahkan para pelaku usaha memperluas akses pemasaran kepada para konsumen, aplikasi Topur juga turut memberi edukasi terkait tata kelola keuangan yang baik hingga aturan pemerintah yang harus diikuti UMKM.

Menurut Salman yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HPMI) Kabupaten Purwakarta ini, Topur berbeda dengan e-Commerce lain karena sistemnya berbasis syariah. “Kami tidak pakai istilah ‘bakar uang’. Topur lebih berorientasi pada profit, bukan branding dan penampungan data base pelanggan,” terang Salman, seperti dikutip ayobandung.com.

Sejak diperkenalkan pada Desember 2019 lalu, tercatat para pelaku usaha yang bergabung via aplikasi ini berasal dari berbagai bidang, semisal fashion, kuliner, perlengkapan kantor, dan elektronik.

Sumber: Diolah
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply