Pemilik usaha menerima penyaluran KUR

Sejumlah Perbankan Tingkatkan Penyaluran KUR Untuk UMKM

Sebagai salah satu penggerak perekonomian Tanah Air, geliat bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tak bakal lepas dari perhatian pemerintah. Salah satunya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Melalui penyaluran kredit ini, pemerintah berharap para pelaku UMKM dapat terus mengembangkan usahanya menjadi lebih besar.

Tercatat, pada tahun ini pemerintah menargetkan plafon KUR sebesar Rp190 triliun, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp140 triliun. Jumlah ini akan terus ditingkatkan bertahap hingga mencapai Rp325 triliun pada 2024. Pada 2020 ini pemerintah juga meningkatkan plafon KUR mikro dari Rp25 juta menjadi Rp50 juta.

Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir pun optimistis, tingkat penyerapan KUR pada tahun ini dapat memenuhi target 100 persen. Pasalnya, pemerintah juga memberikan suku bunga rendah untuk tahun ini sebesar 6 persen, atau lebih rendah dari tahun sebelumnya yang sebesar 7 persen. Meski, untuk KUR mikro sebesar 10,5 persen. KUR kecil sebesar 5,5 persen, dan KUR TKI sebesar 14 persen.

Alhasil, sejumlah bank pelat merah pun kian agresif menyalurkan KUR. Semisal Bank BNI yang bakal meningkatkan alokasi KUR menjadi Rp22 triliun, atau meningkat sebesar 37,5 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp16 triliun. “Tahun ini kami akan makin fokus untuk KUR sektor produksi, misalnya ke segmen pertanian, perikanan, peternakan, pariwisata, dan industri,” terang GM Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo, seperti dikutip Kontan.co.id.

Selain itu, Bank Mandiri juga berencana menyalurkan KUR senilai Rp30 triliun, atau meningkat 16,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp25 triliun. Mandiri pun bakal mulai mengoptimalkan sektor pariwisata serta bekerja sama dengan debitur wholesale yang bergerak di segmen produksi, termasuk memperluas cakupan komoditas di sektor pertanian.

Lalu tercatat juga bank “wong cilik”, Bank BRI, yang diketahui akan memberikan alokasi penyaluran KUR tahun ini sebesar Rp120,2 triliun, atau naik dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp87,9 triliun. Adapun yang menjadi fokus utama penyaluran adalah sektor produksi karena dinilai memberikan multiplier effect yang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan, serta memberikan dampak yang lebih masif terhadap roda perekonomian nasional.

Sekadar diketahui, jenis pembiayaan untuk membantu mengembangkan usaha UMKM sendiri terbagi atas program kemitraan bina lingkungan (PKBL) dari BUMN dan CSR/TJSL dari perusahaan swasta, serta dari Kementerian Keuangan berupa ultra mikro, LPDB berupa dana bergulir, Bank Wakaf Mikro berupa kredit mikro, dan PT PNM lewat Mekaar. Pembiayaan selanjutnya berasal dari lembaga keuangan bank dan non-bank berupa KUR dan kredit komersial.

Sumber: Diolah
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply