Harga elpiji 3 kg yang lebih mahal akan membuat biaya produksi UMKM naik

LPG Naik, UMKM Menjerit?

Harga elpiji 3 kg yang lebih mahal akan membuat biaya produksi UMKM naik
Harga elpiji 3 kg yang lebih mahal akan membuat biaya produksi UMKM naik

Dinilai kurang tepat sasaran, kenaikan LPG 3kg atau si melon tampaknya tak terbendung lagi usai pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar Rp124,9 triliun, atau lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp136,9 triliun. Adapun proyeksi subsidi LPG 3kg sebesar Rp50,6 triliun. Tentunya, beberapa sektor jelas bakal terkena dampaknya, tak terkecuali usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) sendiri menolak rencana pemerintah mencabut subsidi gas melon. Menurut Ketua Akumindo Ikhsan Ingratubun, rencana ini dinilai bakal menyusahkan pedagang kecil lantaran memperbesar ongkos dan menjadikan harga jual jadi tak kompetitif. “Ini keliru tidak berpihak pada UMKM,” ucap Ikhsan seperti dikutip Tirto.id.

Selain korban dari kebijakan ini dipastikan tidak sedikit, tambah Ikhsan, langkah ini menjadi ironi kala pemerintah berkeinginan menyusun UU Pemberdayaan UMKM. Ikhsan pun menyarankan pemerintah menunda pelaksanaan kebijakan ini sampai pemerintah benar-benar siap memberdayakan UMKM.

Senada dengan Ikhsan, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudisthira juga menyarankan pemerintah menunda rencana pencabutan subsidi. “Harga elpiji 3kg yang lebih mahal akan membuat biaya produksi UMKM naik. Ujungnya pengusaha UMKM akan menyesuaikan harga jual produknya. Tapi, efeknya tidak semudah itu,” Yudisthira, seperti dikutip SINDOnews.

Ditambah lagi, permasahalan kondisi konsumsi rumah tangga yang melambat membuat konsumen mengurangi konsumsi produk UMKM. Pengusaha UMKM pun serba sulit, harga naik diikuti dengan daya beli berkurang, harga tetap akan menderita rugi biaya produksi. “Padahal di tengah kondisi ketidakpastian global saat ini, UMKM menjadi tulang punggung ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki juga mengaku khawatir pelaku UMKM akan semakin tertekan. Meski dirinya memahami rencana pencabutan subsidi si melon, namun harus diperhatikan juga UMKM yang akan terganggu.

Karenanya, pemerintah berencana membagikan voucher elpiji kepala para pelaku UMKM. Dengan adanya voucher ini, pelaku UMKM nantinya bisa mendapatkan si melon dengan harga yang lebih terjangkau.

Pemerintah sendiri kabarnya juga tengah mengkaji penerapan skema penyaluran elpiji 3 kg secara tertutup. Skema ini akan membuat mereka yang terdaftar sebagai penerima hanya golongan tidak mampu.

Sumber: Diolah
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply