menteri-koperasi-dan-ukm-teten-masduki-saat-konperensi-pers

Tiga Pilar Strategi Kemenkop Siap Kembangkan Industri Koperasi

menteri-koperasi-dan-ukm-teten-masduki-saat-konperensi-pers
Menteri koperasi dan ukm Teten Masduki saat konperensi pers

Tahun 2020 Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bakal merancang strategi baru yang diyakini akan meningkatkan geliat industri koperasi dan sektor pendukungnya. Dilansir pada laman Kontan.co.id, Kemenkop akan menetapkan tiga pilar strategi nasional pengembangan koperasi dan UMKM.

Tiga pilar tersebut antara lain kapasitas usaha dan kompetensi UMKM, lembaga keuangan yang ramah bagi UMKM serta koordinasi lintas sektor untuk mendukung ekosistem UMKM.

Dari tiga pilar strategi nasional tersebut, disusun pula enam program strategis, yakni perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing produk dan jasa, pengembangan kapasitas usaha dan manajemen SDM usaha, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha hingga koordinasi lintas sektor.

Untuk program perluasan akses pasar, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya akan fokus pada pasar di dalam negeri dan pasar di luar negeri.

Menurut Teten, ekspor UMKM akan digenjot hingga sekitar 30% hingga 2024. Sementara, untuk pasar di dalam negeri, konsumsi produk-produk UMKM akan ditingkatkan.

“Presiden sudah menyampaikan agar kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN agar mengutamakan belanja produk UMKM bukan hanya belanja produk tetapi juga jasa,” ujar Teten, Rabu (8/1).

Selanjutnya, Teten pun mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM akan memberikan kemudahan bagi UMKM untuk meningkatkan produk dan jasanya sehingga bisa bersaing dengan produk-produk impor.

Menurut Teten, untuk menaikkan kelas UMKM maka dibutuhkan kewirausahaan. Teten mengatakan akan dilakukan pula pelayanan konsultasi serta pendampingan.

Nantinya, Kementerian Koperasi dan UKM juga akan mengembangkan model kemitraan antara UMKM dengan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah termasuk koperasi berbasis komunitas.

Model kemitraan ini didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan non bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN.

Sumber: Kontan.co.id
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply