Nadiem Makarim pendiri aplikasi Gojek

Sejumlah Pendiri Startup di Indonesia ini Patut Diapresiasi

Nadiem Makarim pendiri aplikasi Gojek
Nadiem Makarim pendiri aplikasi Gojek

Untuk menciptakan aplikasi yang bisa bermanfaat bagi orang banyak ternyata tak cukup hanya bermodalkan genius dan kerja keras. Untuk menghasilkan itu semua tentu butuh modal yang cukup, kegigihan, produk terbaik, serta tim yang soli

Tanpa semua itu, tentunya startup tak akan bisa bertahan lama. Lalu bagaimana agar menjadi startup yang sukses? Berikut ini lima kisah sukses para pendiri startup di Indonesia yang inspiratif.

Nadiem Makarim, Pencetus Gojek
Dibalik kesuksesan Gojek tentu ada sosok nan hebat di dalamnya, yakni Nadiem Makarim. Kesuksesan Gojek sendiri, berawal sejak dirinya merintis di 2010. Pencetusan Gojek ini dimulai ketika ia sering menggunakan ojek untuk menghindari kemacetan di Jakarta.

Seringnya menggunakan ojek, Nadiem pun berupaya untuk menciptakan aplikasi guna memudahkan para pengendara ojek mendapatkan penumpang. Idenya dengan membuat call center ojek, yang diharapkan penumpang bisa mendapatkan ojek dengan lebih nyaman dan aman.

Bahkan ketika Nadiem Makarim menyelesaikan kuliah di Harvard Business School pada tahun 2010, ia berusaha mengamati sistem kerja perkembangan Uber. Ia merancang aplikasi pada smartphone hingga akhir 2014, dan meluncurkan pada awal tahun 2015. Dan proses peluncuran aplikasi inilah yang menjadi tonggak awal kesuksesan Gojek.

Hingga kini, aplikasi Gojek telah diunduh lebih dari 10 juta pengguna. Bahkan di tahun 2018, jumlah driver yang bergabung telah mencapai lebih dari 1 juta, tersebar di 60 kota besar di Indonesia.

Achmad Zacky, Founder Bukalapak
Bukalapak merupakan e-commerce di Indonesia yang telah diakses oleh hampir seluruh masyarakat Indonesia. Tahukah Anda bagaimana sang pendiri yakni Achmad Zacky dalam mengelola Bukalapak hingga menjadi sukses seperti saat ini?

Perjuangan Achmad Zacky untuk mengembangkan bisnis tentunya sering mengalami kegagalan. Namun, proses kegagalan itu tentu tak membuatnya kapok, bersama Suitmedia ia membuat proyek yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bukalapak.

Bahkan pada awal pendirian Bukalapak saja, Zacky sempat ditolak oleh investor ataupun UKM, namun dengan kegigihannya ia akhirnya mendapatkan Batavia Incubator serta beberapa pengusaha UMKM yang mau menanamkan modal di Bukalapak.

Ferry Unardi, Pendiri Traveloka
Ferry Unardi adalah pendiri Traveloka aplikasi perjalanan. Pria lulusan IT Microsoft, cabang Seattle ini ternyata punya kemampuan mendirikan sebuah startup.

Pada awalnya peluncuran Traveloka sebagai startup sebenarnya bukan untuk menjadi online travel agent seperti sekarang ini. Hanya saja sebagai meta search travel serta aggregator penerbangan saja agar memudahkan pengguna ketika akan mencari tiket pesawat.

Namun dengan berkembangnya pasar serta minat e-ticketing dan pemesanan tiket yang cepat, maka Traveloka memutuskan untuk menyediakan jasa lainnya seperti yang berkembang saat ini. Dan dengan perkembangannya, Traveloka telah diunduh hingga 17 juta pengguna per tahun 2017.

Natali Ardianto, Pemilik Tiket.com
Startup Indonesia yang tak kalah terkenal dengan lainnya adalah Tiket.com yang didirikan sejak Agustus 2011. Didirikan oleh Natali Ardianto, tentunya kesuskesan Tiket.com tak diraih dengan instan.

Bersama beberapa temannya, pria lulusan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Indonesia ini membangun Tiket.com. Awalnya Natali memang bergabung dengan Urbanesia. Maka ia di tahun 2011 Natali mendirikan Tiket.com dan mendapat respon yang baik di pasar luas, hingga akhirnya startup ini tumbuh menjadi pemimpin pasar di Indonesia dalam bidang online travel agent.

Bahkan, Blibli.com yang ada dibawah Grup Djarum saja, mampu melihat bahwa terdapat potensi yang besar dalam Tiket.com untuk bisa bersaing dengannya.

Ibnu Sunanto, Pendiri Fastpay
Siapa sih yang tak kenal dengan Fastpay? Aplikasi yang memudahkan kehidupan sehari-hari ini ternyata didirikan oleh Ibnu Sunanto. Keberhasilan Fastpay tentunya tak dihasilkan secara instan, Ibnu melihat bahwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terkadang orang merasa kesulitan, seperti membayar listrik, membayar air hingga membeli pulsa.

Sehingga dari itu ia, mendirikan PT Bimasakti Multi Sinergi, yang akan menjadi perusahaan besar di era digital ini. Fastpay berinovasi untuk menjadi perusahaan yang tak hanya memudahkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan saja.

Di lain sisi, startup ini juga membuka lapangan pekerjaan baru, dengan membuka bisnis pembayaran online, baik pembayaran rekening listrik, telepon, air, cicilan hingga layanan transportasi seperti pesawat dan kereta api dan pesawat atau layanan tiket lainnya.

Pencapaian tersebut terlihat, saat ini Fastpay telah mempunyai lebih dari 130 ribu outlet PPOB yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan per bulannya, transaksi yang dilakukan telah mencapai 50 juta per bulannya.

Pada dasarnya untuk menjadi entrepreneur yang sukses perlu pondasi yang kuat seperti ketelitian, kegigihan, modal, serta kemampuan yang baik. Dan yang terpenting adalah tidak takut dengan kegagalan.

Sumber: Istimewa
Foto: Istimewa

Related Posts

Leave A Reply