Kapal Isap Produksi Aisyah 1 Milik MIRS

Tahun Ini Babel Prioritaskan Timah

Kapal Isap Produksi Aisyah 1 Milik MIRS
Kapal Isap Produksi Aisyah 1 Milik MIRS

Menghadapi tahun penuh tantangan di tengah kondisi perekonomian global yang memprihatinkan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bakal memprioritaskan sektor pertambangan bijih timah dan mineral pada 2020 ini. Karenanya, pemprov berencana mengupayakan adanya hilirisasi timah industri dan pengelolaan mineral ikutan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal bagi pemasukan daerah.

Pemprov penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia ini pun berjanji akan mengelola pertambangan lebih baik dengan regulasi maupun penegakan hukum yang tegas agar menjadi lebih baik. “Tentu saja di 2020 kita harus lebih baik lagi dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Pj. Sekda Provinsi Kepulauan Babel Yulizar Adnan beberapa waktu lalu, seperti dikutip Antara.

Pemrov Babel memang harus terus berbenah. Sekadar diketahui, sepanjang 2019 lalu Asosiasi Eksportir Timah Indonesia turut mencatat banyaknya penutupan smelter di wilayah Babel. Pasalnya, banyak perusahaan timah tidak mampu memenuhi aturan Kementerian ESDM yang mewajibkan perusahaan tambang memiliki CPI (Competent Person Indonesia). Kondisi ini disebabkan kurangnya CPI serta Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dimiliki tidak bisa membuktikan adanya cadangan timah yang sesuai regulasi baru.

Pengembangan pengelolaan timah di wilayah Babel sendiri tampaknya memang tak lepas dengan raihan nilai ekspor timah pada November 2019 yang naik 26,30 persen, berbanding terbalik dengan nontimah yang turun 70,56 persen. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pun mencatat timah masih mendominasi ekspor hingga November 2019 dengan capaian 80,60 persen, dengan tujuan utama Singapura yang mencapai sekitar 50,64 persen, serta India, Jepang, Korea Selatan dan Belanda yang berkisar 4,96-13,75 persen.

Sumber: Diolah
Foto: Dok. MIRS

Related Posts

Leave A Reply