ukm memasarkan produknya di salah satu pameran

Tahun 2020 Bisnis UKM Optimistis Terus Merekah

ukm memasarkan produknya di salah satu pameran
ukm memasarkan produknya di salah satu pameran

Sebagai salah satu penggenjot pertumbuhan ekonnmi Tanah Air, pemerintah memang harus terus membenahi sektor usaha kecil-menengah (UKM). Tak heran, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki sendiri telah menargetkan nilai ekspor produk UKM, dari yang kini sebesar 14,5 persen diharapkan menjadi 30 persen pada 2024 mendatang.

Meski terbilang cukup fantastis, Teten pun tetap optimistis angka tersebut bakal tercapai. Menurutnya, sepanjang pemerintah, pelaku usaha, akademisi, forum komunitas dan asosiasi profesi, institusi pembiayaan, pemasar, avalis dan offtaker, juga media terus bergerak bersama, dan semua mengambil peran aktif, maka cita-cita besar ini bisa terwujud.

Karenanya, pemerintah juga bertekad untuk membawa produk-produk UKM memiliki daya saing tinggi hingga bisa masuk ke dalam rantai pasok global. Adapun caranya, yakni dengan memperbesar pasar produk dan jasa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan daya saing dan kapasitas produk UMKM, memberi dukungan pembiayaan dan investasi, pengembangan kapasitas manajemen dan usaha, serta memberikan kepastian hukum bagi pegiat UMKM untuk kemudahan berusaha.

Fokus Produksi di 2020
Sementara itu pada 2020 ini Menteri Teten berjanji akan memfokuskan UMKM ke sektor produksi hingga 60 persen, dengan prioritas UMKM yang sudah mempunyai produk unggulan agar skala kegiatan ekonomi menjadi besar. Nantinya, produk-produk UMKM unggulan diarahkan ke sentra-sentra produksi di setiap daerah guna menjangkau pasar dalam negeri lainnya hingga mancanegara.

Sementara itu diketahui ekspor perdana produk UKM dan industri kecil memengah (IKM) ke Cina telah dilakukan melalui layanan Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce senilai US$38 ribu pada Desember lalu. Seiring berkembangnya era digitalisasi, pemerintah pun optimistis ekspor produk UKM akan terus meningkat dari tahun ke tahunnya. Alhasil, dari yang sekitar 14-15 persen di 2019 menjadi 18 persen terhadap total ekspor pada 2020.

Selain itu, PDB UMKM juga diharapkan naik menjadi 61 persen, rasio kewirausahaan nasional sebesar 3,55 persen, dan terwujudnya koperasi modern sebanyak 25 unit. Adapun pada 2021, potensi ekspor UMKM diharapkan berkembang menjadi sebesar 21,14 persen, PDB UMKM sebesar 62 persen, rasio kewirausahaan nasional sebesar 4,05 persen, dan terwujudnya koperasi modern sebanyak 50 unit.

Sumber: Diolah

Related Posts

Leave A Reply