Start Up dan Ragam Istilah Levelasinya

Start up mulai gencar dibicarakan lagi saat Debat Presiden 2019 lalu dilangsungkan. Beberapa istilah levelasi atau tingkatan dalam start up menjadi pembicaraan publik, terutama generasi milenial yang tertarik dengan bahasan ini. Apa saja levelasi atau tingkatan start up yang Anda ketahui? Barangkali baru unicorn yang sempat menjadi perdebatan hangat di kancah politik Indonesia, karena pelafalan bahasa Inggrisnya dan kontroversi setelahnya. Ingin tahu lebih lanjut? Simak di sini, ya.

Levelasi atau tingkatan dalam start up terkait dengan pendanaan atau investasi yang menyertai kinerja start up. Ada sekitar 6 tingkatan start up yang diakui di dunia, juga di Indonesia antara lain:

– Cockroach
Tahapan awal dari levelasi start up atau perusahaan rintisan ini adalah langkah awal yang menentukan nasib start up selanjutnya. Pada tahap inilah perusahaan rintisan memulai usahanya dan diharapkan giat untuk berpromosi ke publik agar start up-nya semakin berkembang. Bisa berlanjut pula di masa depan. Start up pada level cockroach memiliki pendanaan usaha sebesar 140 miliar kurang atau sekitar 10 juta dolar kurang.

– Pony
Start up yang menyandang levelasi pada tahap ini adalah perusahaan rintisan yang memiliki valuasi sebesar 141 miliar lebih atau di atas 10 juta dolar. Pada levelasi tersebut perusahaan perlu bertahan dari gempuran yang mulai mengikis kredibilitas usahanya. Start up pony harus mempertahankan atau mengembangkan perusahaan ke nilai investasi selanjutnya, dengan beragam tantangan. Pada level ini dituntut kerja sama tim yang kompak antara pendiri start up dan staf kepercayaannya.

– Centaurs
Perusahaan rintisan bisa dikategorikan pada tahapan ini jika memiliki minimal valuasi sebesar 100 juta dolar atau sekitar 2 triliun rupiah. Levelasi ini menjadi tolak ukur start up yang berambisi meraih lebih banyak lagi pendanaan atau investasi dari publik agar memiliki dana yang semakin besar. Sehingga start up semakin berkembang dan meraih keuntungan maksimal.

– Unicorn
Valuasi start up di tahap ini sempat menjadi perbincangan publik, saat debat presiden berlangsung dengan tema tentang ekonomi kreatif. Start up dengan valuasi unicorn adalah perusahaan rintisan yang memiliki 1 milyar dolar. Di Asia Tenggara ada sekitar 7 unicorn dengan 4 di antaranya berasal dari Indonesia. Keempat unicorn tersebut adalah GoJek, TokoPedia, Traveloka, dan BukaLapak.

– Decacorn
Start up yang berhasil meraih valuasi sebesar 10 milyar dolar dikategorikan sebagai perusahaan rintisan dengan sebutan Decacorn. Di Asia Tenggara sendiri baru Grab yang berhasil memiliki valuasi dengan nilai sebesar itu. Padahal jika dicermati kembali, Indonesia dengan penduduknya yang berjumlah 269 juta jiwa sangat berpotensi memiliki start up Decacorn.

– Hectocorn
Perusahaan rintisan dengan valuasi sebesar 100 milyar dolar lebih, dinamakan Hectocorn. Di Asia Tenggara belum tercatat start up dengan nilai valuasi tersebut. Namun di dunia, beberapa Hectocorn tentu telah dikenal namanya yaitu start up yang berkecimpung di dunia teknologi. Yaitu Apple, Google, dan Microsoft.

Inilah 6 tahapan valuasi atau levelasi dalam perhitungan investasi yang dimiliki start up. Perhitungan investasinya ekuivalen dengan dolar Amerika yang masih menjadi tolak ukur perekonomian dunia.

Related Posts

Leave A Reply