Cari Tahu Jenis Koperasi yang Cocok untuk Era Digitalisasi

Koperasi memiliki beragam jenis, seperti lembaga perekonomian lainnya. Ada yang berdasarkan jenis usahanya, tingkatan koperasinya, berdasarkan fungsi koperasi serta keanggotaan koperasi tersebut. Nah, di era digitalisasi ini kira-kira jenis koperasi apa yang cocok? Cari tahu di artikel ini, yuk.

Sebelum memastikan jenis koperasi yang bisa dikembangkan di zaman kini, perlu dipahami dulu perbedaan era digitalisasi dengan era lainnya.

Era digitalisasi adalah zaman di mana teknologi secara digital telah merasuki setiap sisi kehidupan manusia. Dari mulai memesan makanan, transportasi, pemasaran dan sebagainya, semua dapat dilakukan dengan penggunaan teknologi.

Digitalisasi industri perbankan pun mulai dikenal luas. Bahkan oleh masyarakat umum, yang sebelumnya tidak bersentuhan dengan teknologi digital.

Saat ini penggunaan fintech sudah booming dipergunakan oleh berbagai kalangan. Dari anak muda, orang dewasa, hingga lansia. Order ojek via aplikasi, booking transportasi darat-udara-laut, transfer antar bank, cukup dengan ponsel di tangan. Dana, Dompetku, GoPay, OVO, Link Aja, dan beragam jenis fintech dijadikan pilihan pembayaran cashless.

Bagaimana koperasi bisa mengakomodir perubahan teknologi digital ini?

Pengurus koperasi harus mengetahui apa yang dibutuhkan oleh konsumen di era digitalisasi ini. Agar mereka mau bergabung menjadi anggota atau tertarik membeli produk serta jasa yang ditawarkan unit usaha koperasi.

Misalnya koperasi simpan pinjam atau koperasi produksi. Koperasi simpan pinjam bisa merancang aplikasi e-saving di mana anggotanya bisa menabung, berinvestasi serta meminjam dana yang dibutuhkan. Dengan teknologi digital, anggota tidak perlu datang ke lokasi koperasi tapi bisa menggunakan aplikasi via ponsel.

Hal ini berhasil dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sahabat Mitra Sejati melalui aplikasi SobatKu (Simpanan Online Sahabatku). KSP Sahabat Mitra Sejati menjadi pelopor koperasi yang menggunakan fintech dengan tepat guna.

Koperasi produksi seperti koperasi susu atau produk pertanian, bisa membuat aplikasi penjualan produknya melalui website dan ponsel. Bisa pula bekerja sama dengan start-up yang menyediakan sarana untuk itu, seperti GoJek atau Grab. Namun, ada baiknya bila merintis pembuatan aplikasi sendiri agar semakin paham dunia digitalisasi.

Bisa pula membidik gaya hidup generasi milenial yang serba instan dengan aplikasi belanja online produk-produk koperasi.

Apa pun jenis koperasinya, penggunaan teknologi digital perlu dilakukan oleh koperasi di zaman modern ini. Pilih jenis koperasi yang mampu beradaptasi dengan teknologi, dapat merancang sistem komputerisasi, dan anggotanya pun tidak anti teknologi.

 

 

 

Related Posts

Leave A Reply