Bus Beraplikasi Online Segera Hadir di Kota Jambi, Pemkot akan Launching BRT Akhir Oktober 2019

TRIBUNJAMBI.COM РJAMBI. Oktober 2019 mendatang, Pemerintah Kota Jambi, akan melaunching Bus Rapid Transit (BRT). Bus ini akan melayani lima koridor yang ada di dalam wilayah Kota Jambi.

Kepala Dishub Kota Jambi, Saleh Ridho mengatakan, angkutan massal BRT tersebut merupakan salah satu impian Walikota Jambi. Satu diantaranya kata Saleh Ridho, memiliki angkutan masal yang handal dan terintegrasi. “BRT ini memiliki faktor yang sesuai dengan peraturan Kemenhub, yaitu aman dan nyaman sekaligus terintegrasi,” sebutnya, Minggu (11/8/2019).

Ia berharap model angkutan yang ada ini mampu memenuhi kriteria yang diinginkan masyarakat, terutama dengan penggunaan aplikasi dalam pemesanannya.
Dikatakannya, saat ini bus tersebut belum diluncurkan karena unit armada masih terbatas.

“Insya Allah (28/10/2019) kalau ada 15 sampai 17 armada, kita nanti akan coba pada salah satu koridor dulu. Menjelang akhir tahun, pihak investor menargetkan akan ada 100 unit yang akan beroperasi di Kota Jambi,” katanya.

Sementara, untuk koridor saat ini sedang dalam tahap pengkajian. Ini karena pihaknya juga mengkaji angkot.

“Jadi jangan sampai mati, tetap kita berdayakan sebagai fider seperti yang dikatakan Walikota. Ini akan bermain di koridor utama, sehingga terintegrasi dari dalam ke luar dan itu sudah dalam koridor yang memenuhi rute masyarakat yang ingin berpergian kemana saja,” jelasnya.

“Insya Allah (28/10/2019) kalau ada 15 sampai 17 armada, kita nanti akan coba pada salah satu koridor dulu. Menjelang akhir tahun, pihak investor menargetkan akan ada 100 unit yang akan beroperasi di Kota Jambi,” katanya.

Sementara, untuk koridor saat ini sedang dalam tahap pengkajian. Ini karena pihaknya juga mengkaji angkot.

“Jadi jangan sampai mati, tetap kita berdayakan sebagai fider seperti yang dikatakan Walikota. Ini akan bermain di koridor utama, sehingga terintegrasi dari dalam ke luar dan itu sudah dalam koridor yang memenuhi rute masyarakat yang ingin berpergian kemana saja,” jelasnya.

Untuk tarifnya bilang Saleh Ridho, masih akan didiskusikan bersama forum. Akan ada forum Organda, yayasan dan konsumen. Pihaknya akan melihat bagaimana kajian forum terkait operasional.

“Baru akan duduk bersama, karena kita juga melindungi dari investor. Dan, bus ini juga menggunakan sistem e- money, tidak manual. Sehingga harus memiliki kartu. Kartu dibuat di salah satu bank dan saat ini juga akan co-branding dengan Bank Jambi sehingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan kartu,” bebernya.

Lanjutnya, aplikasi untuk BRT ini sudah disiapkan semua, hanya tinggal menunggu penentuan rute.

Nantinya juga akan dilakukan uji coba, untuk meminta respon dari masyarakat. Namun uji coba ini belum operasional, hanya akan show di beberapa tempat.

“Jadi kita minta pendapat masyarakat, apa nih yang kurang, yang perlu ditambahkan. Kita belum operasional, persyaratan juga belum lengkap, masih uji coba untuk memperlihatkan ke masyarakat, 1 atau 2 orang bisa mencoba naik berkeliling,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, BRT memiliki fasilitas yang luar biasa namun biaya tetap murah.

“Bus ini full ac, free Wi-fi, ada CCTV, TV dan ada tempat charger. Untuk pembayarannya menggunakan uang elektronik. Pemesannya juga menggunakan aplikasi. Jadi berbasis online, masyarakat akan sangat nyaman menggunakan bus ini,” ujarnya.

Kata Fasha, masyarakat yang ingin naik BRT ini cukup memesan melalui aplikasi, pilih jalur yang ingin dituju.

Sehingga masyarakat tidak perlu menunggu di pinggir jalan, melainkan bus yang akan menyesuaikan lokasi penjemputan di tempat terdekat si pemesan.

Fasha juga berharap agar orang tua yang selama ini memberikan motor kepada anak yang belum memiliki SIM, untuk dapat menggunakan bus ini.

“Semoga ke depannya bisa menggunakan bus ini, yang insya Allah akan dilaunching bertepatan dengan hari sumpah pemuda 28 Oktober,” katanya.

Sementara, untuk angkutan kota (angkot), Fasha mengatakan tidak akan mematikan operasionalnya. Angkot yang lama akan digunakan sebagai fider, yaitu mengangkut dari lingkungan masing-masing, ke halte-halte, atau ke pinggir jalan yang sudah disiapkan.

“Jadi tidak menyingkirkan halte, tapi ini agar di jalan raya sudah beroprasi bus ini,” pungkasnya.
Bus Beraplikasi Online Segera Hadir di Kota Jambi, Pemkot akan Launching BRT Akhir Oktober 2019

Related Posts

Leave A Reply