Perubahan Iklim dan Antisipasi Wabah Penyakit

Ancaman kesehatan semakin meningkat akibat perubahan iklim yang berperan dalam pola musiman atau distribusi temporal penyakit yang dibawa dan ditularkan oleh vektor dan reservoir penyakit.

Perubahan iklim dan peningkatan resistensi anti-mikroba telah memunculkan new-emerging diseases dan re-emerging diseases yang berpotensi pandemi dengan risiko kematian yang tinggi dan penyebaran yang sangat cepat.

“Resistensi antibiotik tidak hanya terjadi pada manusia, ternyata pada binatang juga dipakai. Ini yang menyebabkan kita akhirnya menjadikan kesehatan tidak bisa berdiri sendiri. Banyak hal lain seperti pemakaian pestisida dan radio nuklir itu juga banyak berdampak pada kesehatan,” kata Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek pada acara Global Health Security Agenda (GHSA) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).

Globalisasi yang mengakibatkan peningkatan mobilitas manusia dan hewan lintas negara serta perubahan gaya hidup manusia juga telah berkontribusi mempercepat proses penyebaran wabah menjadi ancaman keamanan kesehatan global.

“Apa yang kita hadapi saat ini dan ke depannya salah satunya mobilisasi dari manusia yang sangat besar utamanya dalam hal pariwisata,” tambahnya.

Setiap negara memiliki resistensi atau ketahanan tersendiri yang menyangkut tentang kesehatan. Tantangan saat ini multi dimensi sehingga membutuhkan bantuan dari segala pihak untuk saling bekerjasama dalam mencegah pandemi dan penyebaran penyakit.

“Strategi kerjasama dalam GHSA difokuskan pada upaya penguatan kapasitas nasional negara khususnya dalam melakukan pencegahan, deteksi dan penanggulangan penyebaran penyakit,” pungkasnya. (disadur dari Detik.com)

Related Posts

Leave A Reply