Gandeng UMKM, MIS Group Ekspansi Bisnis Toko Halal

Depok, Beritasatu.com – Multi Inti Sarana Group (MIS Group) melalui anak usahanya, PT Multi Usaha Syariah (MUS), merambah bisnis toko berkonsep halal dengan nama MUS Halal Convenience Store di Depok, Jawa Barat, berdekatan dengan Masjid Kubah Emas. Rencananya MUS Halal Convenience Store ke depan akan dikembangkan di seluruh Indonesia sekitar 200 toko halal.

“MUS Halal Convenience Store hadir pertama kalinya di Kota Depok menjadi alternatif berbelanja kebutuhan sehari-hari yang dilengkapi toko grosir,” ujar Chairman MIS Group, Tedy Agustiansjah saat grand opening MUS Halal Convenience Store, di Depok, Minggu (2/2/2020)

Di MUS Halal Convenience Store yang terdiri MUS Halal Market, MUS Halal Café, gudang produk grosir, dan area panahan ini tersedia area khusus bagi mitra usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Selain itu, warung sekitar juga dapat memanfaatkan MUS Halal Convenience Store mendapatkan beragam paket grosir bernama Pahala atau paket halal. “Kami berharap dapat menjadi bagian dari pergerakan ekonomi kerakyatan,” kata Tedy Agustiansjah.

Tedy menuturkan, MUS juga siap menggandeng UMKM yang membutuhkan modal atau pemasaran. “MUS akan menjadi one stop solution melalui empat unit usahanya yang mencakup produk, lab, toko, dan kuliner,” jelas Tedy Agustiansjah.

Tedy Agustiansjah mengungkapkan, semua produk yang dijual telah memenuhi uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan verifikasi halal standar Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ke depan MUS Halal Convenience Store akan dikembangkan menjadi 200 toko halal di seluruh Tanah Air. Saat ini MIS Group berafiliasi dengan beberapa koperasi di Indonesia, dengan jumlah anggota 1.400 dari kelompok menengah atas yang sebagian berprofesi wirausahawan, sehingga potensi untuk menjadi mitra toko halal sangat besar. “Bila ada anggota koperasi memiliki dua ruko, bisa bekerja sama dengan MUS untuk mendirikan toko halal di daerahnya,” kata Tedy Agustiansjah.

Ke depan kata dia, MUS juga akan melayani jasa antar melalui aplikasi digital untuk mempermudah konsumennya berbelanja online. “Untuk menunjang bisnis ini MUS telah memiliki gudang produk halal di kawasan Cakung, Jakarta Timur,” papar Tedy Agustiansjah.

Pada kesempatan yang sama, CEO MUS Muhd Imanuddin Nur menjelaskan, MUS Halal Convenience Store akan dikembangkan dengan tiga tipe, yaitu tipe A dengan investasi Rp 1 miliar (luas lantai di atas 600 m2), tipe B Rp 750 juta (luas lantai sekitar 500 m2), dan tipe C Rp 350 juta (luas lantai sekitar 160 m2).

Untuk mempercepat pengembangan, MUS Halal Convenience Store tidak akan menggunakan sistem franchise, tetapi mengutamakan pola kemitraan, dan bagi hasil dari profit. “Kalau tidak ada profit, tidak ada bagi hasil. Karena aturan main yang kami terapkan adalah no royalty fee (by omzet). Sedangkan konsep profit sharing yang diberlakukan adalah musyarakah. Dalam bisnis ini kami selalu mengedepankan ‘Go Halal, No Riba’,” tegas Muhd Imanuddin Nur.

Imanuddin menambahkan, MUS hadir dengan tiga bisnis produk. Pertama, fast through untuk langsung membeli barang UMKM untuk dijual kembali dan ekspor. Kedua, melakukan co-branding dengan membeli produk lalu menjual kembali dengan merek MUS. Ketiga, kerja sama operasi (KSO) dengan cara berbagi hasil.

Meski menyandang label halal, ragam produk yang tersedia bukan hanya diperuntukkan bagi umat muslim, melainkan semua kalangan. “MUS mengajak segenap lapisan masyarakat mengubah gaya hidup. Ayo kita bangun gerakan hidup halal dan seimbang. Semua produk berlabel halal itu sudah pasti sehat,” tutur Muhd Imanuddin Nur.

Sesuai namanya, MUS Halal Convenience Store memang ditata dengan konsep masa kini yang mengedepankan kenyamanan bagi pengunjung. Khusus di lantai dua selain dilengkapi musala, pihak pengelola menempatkan sejumlah meja serta sofa bernuansa kafe modern. Sedangkan di bagian belakang ditempatkan balkon yang bisa dinikmati pengunjung dengan view area olahraga panahan.

Selain toko halal, MUS juga akan membuka lab halal di Percetakan Negara, Jakarta. Lab ini dibuka untuk umum dan menjamin kehalalan produk yang akan dijual di toko halal. “Lab ini juga digunakan untuk pengecekan kualitas produk, sehingga prosesnya bisa lebih cepat. Ke depan, lab ini akan dikembangkan di seluruh Indonesia,” ungkap Muhd Imanuddin Nur.

Sumber: BeritaSatu.com

Related Posts

Leave A Reply