bersatu untuk indonesia maju

Bersatu untuk Indonesia Maju

bersatu untuk indonesia maju
Presiden Jokowi ajak masyarakat bersatu untuk Indonesia maju

Hadir dalam perayaan Imlek Nasional tahun 2020 di ICE BSD City, Serpong, pada 30 Januari 2020, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampil mengenakan changshan, pakaian laki-laki tradisional Cina, berwarna merah. Pada momen bertema “Bersatu untuk Indonesia Maju” tersebut, Jokowi menyampaikan ucapan selamat Imlek dan mengaku senang berkumpul dengan banyak orang yang merayakan Imlek.

Sebelumnya, tepat Hari Raya Imlek yang jatuh pada 25 januari lalu, dalam laman Instagram-nya, Jokowi juga mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2571 bagi masyarakat yang merayakannya. “Semoga kita semua semakin sejahtera, meraih cita-cita, penuh kedamaian dan semakin maju,” tulisnya.

Bagi Jokowi, perayaan Imlek tahun ini mejadi kali keduanya hadir setelah tahun lalu. Jokowi pun menyebutkan lewat perayaan kali ini menunjukkan kekayaan Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan etnis yang patut disyukuri. “Meskipun kita beraneka ragam, tapi kita tetap satu sebagai saudara sebangsa-setanah air,” ujarnya.

Selain itu, Jokowi juga turut memuji ketekunan dan keuletan warga keturunan Tionghoa di Indonesia, khususnya dalam bisnis. Menurutnya, mereka merupakan sosok pekerja keras sehingga wajar banyak yang sukses.

Jokowi menambahkan, di tengah perekonomian dunia yang sedang melambat saat ini memang diperlukan kerja keras dan cepat untuk mencapai kesuksesan. “Selain berdoa, kita tentu harus selalu bekerja keras. Bekerja cepat. Sebab, ekonomi dunia melambat. Kalau kerja biasa akan sangat bahaya bagi ekonomi negara kita,” tutur Jokowi.

Dirayakan Beragam
Di Indonesia sendiri, masyarakat keturunan Tionghoa melakukan perayaan Imlek dengan berbagai cara atau tradisinya. Semisal mulai dari mendekorasi rumah dengan nuansa merah, berkumpul dengan keluarga, bagi-bagi angpao, makan bersama (Yu Sheng), hingga melunasi utang.

Bahkan, di beberapa daerah Tanah Air telah memiliki tradisi masing-masing yang dilakukan guna merayakan Imlek. Misalnya di Jakarta, selain pertunjukan “wajib” naga liong dan barongsai, terdapat tradisi Patekoan yang digelar di sekitar kawasan Glodok, Jakarta Barat, yakni menyuguhkan air teh gratis kepada masyarakat yang lewat.

Lalu di Semarang, Jawa Tengah, diadakan festival kuliner di Kawasan Pecinan, serta di Solo terdapat Grebeg Sudiro yang diadakan tujuh hari sebelum Imlek sebagai simbol toleransi yang kuat antara warga Tionghoa dan Jawa.

Lain lagi tradisi di Riau yang diisi layaknya kegiatan bermain bertitel Festival Perang Air di Selatpanjang, yakni saling menyiramkan air antarpenduduk kota di sepanjang jalan. Sedangkan di Singkawang, masyarakat menyelenggarakan pawai tatung atau sosok manusia yang dipercaya sedang dirasuki oleh roh dewa.

Sekadar diketahui, di negara asalnya, Cina, perayaan Imlek disambut melalui Festival Musim Semi dengan tradisi makan bersama di rumah makan. Layaknya musim Lebaran, perayaan Imlek di Cina juga berbalut tradisi mudik atau Chunyun yang diklaim terbesar di dunia yang berlangsung sekitar 40 hari.
Sayangnya, guna mencegah penularan virus corona yang kini tengah melanda Negeri Panda, kabarnya telah membuat pemerintah setempat melarang semua perayaan Imlek yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak hingga waktu yang belum ditentukan.

Sumber: Diolah.

Related Posts

Leave A Reply