Transportasi Pariwisata Masuk Prioritas Kemenhub 2021

Rapat Koordinasi penyusunan pagu kebutuhan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2021 telah menetapkan lima program yang menjadi agenda utama atau prioritas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, kelimanya adalah membangun konektivitas transportasi mendukung sektor pariwisata, sektor logistik, daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan, ibu kota negara baru, serta pengembangan sumber daya manusia.

“Kelima program tersebut telah sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 yang mengambil tema meningkatkan investasi dan daya saing industri pariwisata untuk peetumbuhan ekonomi,” terang Budi.

Pembangunan konektivitas transportasi di sektor wisata ini tak lepas dari rencana Kemenhub juga yang akan melanjutkan pengembangan enam tujuan wisata prioritas. Destinasi tersebut mencakup Kepulauan Seribu, Bromo-Tengger-Semeru, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, Wakatobi, dan Morotai.

Yang terdekat, Kemenhub bakal menyediakan sarana transportasi untuk mendukung pariwisata Jogja dan sekitarnya dengan rute khusus dari Stasiun Tugu Jogja dan berakhir di Umbul Ponggok, Klaten. Hal tersebut diungkapkan Direktur Destinasi Pariwisata Otoritas Borobudur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustin Peranginangin. “Kami akan menyambungkan antara Jogja dengan Klaten pada 2020. Jadi, pemerintah menyediakan rute angkutan pariwisata dari Stasiun Tugu ke Umbul Ponggok,” kata Agustin, seperti dikutip solopos.com.

Adapun beberapa lokasi wisata yang turut disinggahi oleh rute tersebut adalah Tebing Breksi dan Candi Prambanan. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan rute transportasi wisata dari Solo menuju Museum Sangiran, Sragen.

Bandara Butuh Transportasi Wisata
Kebutuhan transportasi guna mendukung pariwisata saat ini memang masih signifikan, utamanya sebagai penghubung dari bandara, stasiun ataupun terminal yang dapat langsung menuju lokasi wisata. Semisal saja kebutuhan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Boyolali yang belum menyediakan transportasi langsung menuju lokasi wisata. Padahal, keduanya merupakan lokasi transit penumpang pesawat yang banyak menuju obyek wisata di sekitarnya.

Menurut pengamat transportasi Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, karakteristik penumpang pesawat terbang terdiri atas pelaku bisnis sebesar 12 persen, wisatawan sebesar 10 persen, aparatur sipil negara karena perjalanan dinas sebesar 40 persen, dan sisanya keluarga.

“Kekuatan Jateng adalah pariwisata karena ada wisata alam, wisata candi, wisata religi dan lainnya, serta usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Kedua bandara bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan,” ujarnya, seperti dikutip Gatra.com.

Tak hanya di Jawa, Bandara Kalimarau yang merupakan pintu masuk utama untuk menikmati keindahan destinasi wisata di Kabupaten Berau diketahui telah menyiapkan sarana transportasi pendukung bagi wisatawan dari dan ke bandara.

“Kalimarau sebagai pintu gerbang utama pariwisata di Berau terus berbenah dalam menyambut wisatawan, seperti memberikan transportasi pendukung bagi para penumpang di Bandara Kalimarau yang ingin ke destinasi wisata ataupun sebaliknya,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kalimarau Bambang Hartoto, seperti dikutip liputan6.com.

Kabupaten Berau sendiri tercatat memiliki ragam destinasi wisata, semisal Pulau Maratua, Derawan, Kakaban, Pulau Kaniungan, Labuan Cermin di Biduk-biduk, Pulau Nabucco, dan Wisata budaya Keraton Kesultanan Sambaliung.

Sumber: Diolah
Foto: Dok. Multi Inti Transport

Related Posts

Leave A Reply