MTHI menawarkan konsep pasar swalayan berbasis produk halal

Produk Halal Bukan Lagi Sekadar Tren Melainkan Kebutuhan

MTHI menawarkan konsep pasar swalayan berbasis produk halal
MTHI menawarkan konsep pasar swalayan berbasis produk halal

Mengacu pada data State of the Global Islamic Economy Report 2018. Dari data ekonomi, Indonesia masuk dalam posisi pertama di dunia yang mengkonsumsi produk halal.

Di dalam rilis tersebut, Indonesia berhasil menduduki 10 besar indeks Global Islamic Economy Indicator (GIEI), menduduki posisi yang sama dengan Brunei. Negara dengan skor GIEI tertinggi berturut-turut di atas Indonesia, yaitu Malaysia, Uni Emirat Arab, Bahrain, Arab Saudi, Oman, Jordan, Qatar, Pakistan, dan Kuwait.

Terdapat enam aspek indikator GIEI yang dinilai, yaitu Makanan Halal, Keuangan Syariah, Pariwisata Halal, Mode Busana Halal, Media dan Hiburan Halal, serta Obat-obatan dan Kosmetik Halal.

Dari enam aspek tersebut, Indonesia hanya berhasil mendapatkan peringkat terbaik di urutan ke-2 dalam aspek Mode Busana Halal, peringkat ke-4 aspek Pariwisata Halal, dan peringkat ke-10 aspek Keuangan Syariah.

Dalam riset tersebut dijelaskan bahwa, Indonesia memiliki potensi konsumsi Makanan Halal nomor satu dengan total pengeluaran US$170 miliar per tahun. Tetapi Indonesia justru tidak masuk 10 besar produsen makanan halal.

Produsen makanan halal justru didominasi oleh UEA, Malaysia, Brazil, Oman, Jordan, Australia, Brunei, Pakistan, Sudan, dan Qatar di urutan 10 besar. Bahkan berdasarkan data yang dilansir dari Global Islamic Economy, potensi pertumbuhan makanan halal global mencapai 1,93 triliun dolar AS pada 2022.

Meski Indonesia masih kalah dalam pemasaran makanan halal secara global dibandingkan dengan Malaysia. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, potensi Indonesia untuk menjadi produsen makanan halal sangatlah besar.

Menerapkan gaya hidup halal dalam keseharian merupakan komitmen bagi umat Islam. Kini, banyak orang yang menyadari pentingnya mengonsumsi makanan dan minuman yang sesuai dengan tuntunan syariat. Mengonsumsi produk halal bukan lagi sekadar tren melainkan kebutuhan. Kesadaran spiritual secara kolektif telah menjadi tren global.

Sumber: Diolah

Related Posts

Leave A Reply