PRESS RELEASE

Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah (kanan), Chief Executive Officer Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda (tengah) dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Rully Indrawan (kiri), menabuh drum secara simbolis menandai peluncuran PrivilegeID dan e-Recycle di Malam Penganugerahan PRAJA 2019
Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah (kanan), Chief Executive Officer Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda (tengah) dan Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Rully Indrawan (kiri), menabuh drum secara simbolis menandai peluncuran PrivilegeID dan e-Recycle di Malam Penganugerahan PRAJA 2019

MIS Group, Dorong Tumbuhkan Ekosistem Ekonomi Kerakyatan

MIS Group Beri Apresiasi Bagi Pegiat Koperasi

  • Di tengah Malam Penganugerahan PRAJA 2019, MIS Group meluncurkan dua start up rintisannya yaitu PrivilegeID dan e-Recycle

Jakarta, 28 November 2019, Sebagai bentuk komitmennya mendorong kemajuan koperasi, tahun ini untuk kedua kalinya Multi Inti Sarana Group MIS Group menggelar kompetisi PRAJA 2019.

Di ajang ini MIS Group mengajak para jurnalis se-Indonesia dan masyarakat umum untuk mengungkap berbagai kisah inspiratif bertema “Reposisi Koperasi di Era Transformasi” dan membingkainya dalam bentuk karya tulis jurnalistik, karya foto jurnalistik, karya tulis blog, karya video kreatif, dan ide bisnis koperasi.

Menurut Ketua Dewan Juri yang juga Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Rully Indrawan, jumlah karya yang masuk sekitar 994 karya, terdiri dari karya tulis jurnalistik 111, karya foto jurnalistik 352, karya tulis blog 185, karya video kreatif 90 dan ide bisnis koperasi 255.

Untuk menentukan para pemenang, yang memperebutkan total hadiah sekitar Rp204 juta, dewan juri harus bekerja lebih keras dan cermat untuk menentukan juara dimasing-masing katagori, mengingat karya-karya yang masuk tahun ini banyak yang menarik dan inspiratif. Acara malam Penganugerahan Penghargaan PRAJA 2019 digelar di Golden Ballroom 1 & 2, The Sultan Hotel, Jakarta.

Rully Indrawan berharap, PRAJA 2019 bisa menjadi jendela informasi dan menginspirasi masyarakat dalam menjawab posisi dan kontribusi koperasi di era transformasi ekonomi. PRAJA 2019 hadir untuk merespons proses transformasi ekonomi di era digital di Indonesia.

Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah menambahkan, PRAJA menjadi wadah bagi MIS Group untuk melakukan corporate branding, mengingat MIS Group merupakan kelompok usaha yang juga memiliki komitmen mendorong tumbuhnya koperasi digital di Indonesia seiring dengan bisnis yang digeluti dan bersentuhan dengan koperasi.

Menurut Tedy, Kompetisi PRAJA sebagai bukti kepedulian MIS Group terhadap koperasi dan sangat relevan dengan esensi bisnis zaman now, yaitu Ekonomi Kolaborasi. Oleh karena itu, menjadi sangat strategis untuk bisa memahami dan menempatkan koperasi dalam konteks tantangan kekinian. Koperasi harus mampu melakukan transformasi organisasi, dapat beradaptasi dengan tuntutan zaman. “Kami percaya koperasi akan selalu menjadi Pilar Ekonomi Bangsa Indonesia,” kata Tedy

Diakui Prof. Rully, PRAJA 2019 banyak kisah inspiratif kesuksesan koperasi, sekaligus memotivasi para pegiat koperasi dalam membangun ekosistem ekonomi kerakyatan di Tanah Air. Saat ini, koperasi tengah berada dalam fase menghadapi tantangan untuk melakukan reposisi. Fase persiapan menghadapi tantangan reinkarnasi eksistensi organisasi. Menurutnya, koperasi harus dikembangkan dalam semangat kolaborasi menjadi pondasi model bisnis yang terjadi saat ini yaitu Ekonomi Kolaborasi.

Sebagai perusahaan yang mendukung keberadaan koperasi sebagai aktor pembangunan bangsa, MIS Group bangga dengan pencapaian ini dan akan turut memberikan dukungan terhadap kinerja pertumbuhan koperasi di Indonesia. “MIS Group berkomitmen untuk mendukung eksistensi koperasi dalam wajah baru di Indonesia,” tambah Tedy.

Pada malam penganugerahan PRAJA 2019, MIS Group melalui anak perusahaannya PT Multi Inti Digital Bisnis MDB juga melakukan relaunching PrivilegeID dan peluncuran e-Recycle.

Dalam sambutannya, Chief Executive Officer Multi Inti Digital Bisnis MDB Subhan Novianda mengatakan, relaunching PrivilegeID adalah fase transformasi dari program terdahulunya Pracico Privilege, merupakan customer reward loyalty yang diperuntukkan bagi anggota Kospin Pracico dan dikemas dalam bentuk aplikasi digital.

Rintisan bisnis lainnya yaitu e-Recycle, merupakan pengembangan usaha yang fokus pada proses pengolahan sampah berbasis mobile application. MDB melalui anak perusahaan PT Multi Inti Digital Lestari MDL akan mengganti sampah dengan reward point yang menguntungkan.

“Sebagai perusahaan digital innovation, dua pengembangan usaha ini diharapkan akan menjadi produk unggulan MDB untuk kelangsungan bisnis MIS Group selanjutnya. Kami akan terus berinovasi dan melakukan pengembangan produk yang bermanfaat,” pungkas Subhan.

Tentang MIS Group:
Dalam perjalanan bisnisnya, MIS Group fokus untuk mengembangkan sub holding yang akan menjadi andalan seperti PT Multi Inti Transport MIT, PT Multi Inti Resources Sejahtera MIRS, PT Multi Inti Digital Bisnis MDB dan PT Multi Usaha Syariah MUS.

Melalui PT Multi Inti Digital Bisnis Digital Innovation, dikembangkan 5 start up yang akan menjadi andalan yaitu PT Multi Inti Digital Transportasi Capsule Bus,
PT Multi Inti Digital Lestari e-Recycle, PT Sistim Digital Transaksi Indonesia coopRASI, PT Sistim Digital Loyalti Indonesia PrivilegeID, PT Multi Inti Digital Logistik Digital Logistics.

PrivilegeID:

  1. Apa pertimbangan merelaunchung privilege 2.0? Apa yang membedakan PrevilegeID dengan Privilage Card sebelumnya?
    • PrivilegeID merupakan transformasi dari program terdahulunya yang dikenal dengan nama Pracico Privilege. Pracico Privilege sendiri awalnya merupakan customer reward loyalty program yang diperuntukkan bagi anggota Kospin Pracico yang dikemas dalam bentuk aplikasi digital. Di mana para anggota Pracico Privilege ini diberikan fasilitas untuk dapat menikmati kenyamanan airport lounge secara gratis di jaringan airport lounge yang telah bekerja sama di Indonesia dan Singapura.
    • Seiring dengan perkembangan bisnis di MIS Group, manajemen melihat bahwa program Pracico Privilege yang sudah ada harus lebih menarik lagi dan tentunya harus fleksible sehingga dapat diimplementasikan sebagai program customer reward untuk berbagai model bisnis yang ada. Untuk mengakomodir kebutuhan itu, kami meluncurkan program PrivilegeID.
    • Dibandingkan dengan program pendahulunya, PrivilegeID tampil dengan desain yang lebih eksklusif dan tentunya dengan tambahan fitur baru. Jika sebelumnya Pracico Privilege hanya dapat akses lounge gratis, di PrivilegeID para member dapat menginap gratis di hotel-hotel pilihan dengan menukarkan sejumlah Privilege Point yang dimiliki. Dan tentunya PrivilegeID akan terus berinovasi dengan berbagai fitur-fitur yang lebih menarik.
    • Hal lain yang perlu diketahui adalah Pracico Privilege yang sebelumnya dikelola sebagai corporate program, sementara PrivilegeID merupakan produk komersial yang dikelola oleh PT Sistim Digital Loyalti Indonesia SDLI, yaitu salah satu lini bisnis MIS Group di bawah sub holding PT Multi Inti Digital Bisnis.
  2. Berapa jumlah pemegang kartu ini hingga saat ini. Dan berapa target untuk tahun depan?
    • Hingga pertengahan November 2019, anggota PrivilegeID sudah mencapai lebih dari 1.300. Kami menargetkan setidaknya 3.500 anggota pada akhir tahun 2020.
  3. Bagaimana persyaratan untuk memiliki PrivilegeID?
    • Untuk saat ini, fasilitas PrivilegeID diberikan bagi customer yang dianggap eligible oleh klien corporate kami. Kebetulan klien corporate yang ada saat ini adalah beberapa institusi bisnis d bawah manajemen MIS Group. Pihak klien akan terlebih dahulu mendaftarkan para calon anggota PrivilegeID ke SDLI sebelum dapat menggunakan fasilitas PrivilegeID yang ada.
  4. Apa saja keuntungan memiliki kartu ini?
    • Seperti yang telah dijelaskan di atas, para anggota diberikan fasilitas istimewa untuk dapat menikmati fasilitas airport lounge dan menginap di hotel-hotel terpilih secara cuma-cuma sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

e-Recycle:

  1. Apa pertimbangan menggarap bisnis ini. Bukankah sudah banyak Bank sampah?
    e-Recycle dibuat bukan untuk menyaingi Bank-bank Sampah yang ada namun justru memperkuat model manajemen limbah yang ada secara mandiri oleh masyarakat. e-Recycle justru mengajak Bank-bank sampah yang ada termasuk masyarakat umum dan organisasi-organisasi lainnya untuk bergabung dan mengelola limbah dengan memanfaatkan teknologi digital dimana selama ini pengelolaan limbah secara mandiri belum banyak tersentuh teknologi khususnya digital dan masih menggunakan cara-cara konvensional.
  2. Apa yang membedakan e-Recycle, dengan Bank sampah?
    Kebanyakan pihak yang mengelola atau berada di industri limbah termasuk Bank Sampah hanya melakukan satu atau sebagian dari proses pemilahan – pengumpulan – pengolahan – penjualan dari limbah. Bank Sampah biasanya hanya mengumpulkan limbah pada area terbatas dan menjualnya ke agen atau perusahaan yang nantinya akan mengolah limbah menjadi produk yang berguna. e-Recycle melakukan semua keempat proses diatas sehingga dapat dikatakan e-Recycle adalah pihak yang melakukan end to end pengelolaan limbah mulai dari penghasil limbah tingkat pertama masyarakat dan industri hingga menghasilkan produk yang bisa dikonsumsi oleh banyak pihak. Perbedaan lainnya yang mencolok antara e-Recycle dan Bank Sampah yaitu pemanfaatan teknologi digital dalam mengumpulkan limbah
  3. Apa keuntungan menggunakan e-Recycle?
    Keuntungan pihak yang menggunakan aplikasi e-Recycle adalah:
  • Kemudahan dalam mengumpulkan limbah sesuai dengan materialnya dan langsung diambil oleh pihak e-Recycle.
  • Mendapatkan ekstra income dimana setiap jenis limbah yang dapat didaur ulang akan dihargai dengan harga yang lebih baik daripada harga di pasaran sehingga dapat menjadi opsi mendapatkan pendapatan bagi masyarakat.
  • Mendapatkan banyak informasi jenis-jenis limbah mana saja yang dapat dimanfaatkan untuk di daur ulang sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
  1. Jenis sampah apa saja yang bisa dikelola?
    e-Recycle akan berfokus untuk mengelola limbah anorganik atau limbah padat seperti plastik, kertas, logam, dan lain-lain. Namun diawal masa operasionalnya e-Recycle akan mencoba mengelola limbah plastik terlebih dahulu hingga secara bertahap mengembangkan ke jenis material lainnya.
  2. Kapan mulai beroperasi? Dimana? Berapa target yang harus dikelola?
    Aplikasi e-Recycle dilaunching pada tanggal 28 Nov 2019 di Jakarta. Pengumpulan limbah pada awal di tahun 2019 akan difokuskan pada area Jakarta Timur dan diolah di pabrik pengolahan limbah di daerah Bekasi. Kemudian secara bertahap diharapkan di tahun 2020, e-Recycle akan melakukan ekspansi untuk mengumpulkan limbah di seluruh wilayah DKI Jakarta.
  3. Siapa target market untuk sampah yang sudah dikelola?
    Pengolahan limbah yang dilakukan e-Recycle adalah merubah limbah menjadi produk yang bisa digunakan kembali oleh industri maupun masyarakat. Limbah plastik akan diolah menjadi produk Raw Material yaitu flakes dan Pellets biji plastik yang bisa dimanfaatkan industri untuk membuat produk akhir mereka. Ke depannya, e-Recycle juga akan berencana membuat produk barang jadi yang dapat digunakan langsung oleh masyarakat.
  4. Berapa harga sampah per kilogram yang ditampung dari rumah tangga?
    Harga limbah yang akan diberikan kepada masyarakat akan bervariasi sesuai dengan jenis material dan kondisinya. Harga yang kami tawarkan akan lebih baik dari harga rata-rata yang bisa diberikan oleh pihak lain untuk barang yang sama.
  5. Dimana saja wilayah yang akan ditangani hingga 2020 nanti?
    Pada tahap awal, rencananya wilayah operasional akan difokuskan pada area terbatas yaitu Jakarta Timur hingga akhirnya di tahun 2020, seluruh wilayah DKI Jakarta dapat ditangani. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan area-area atau wilayah-wilayah lain diluar DKI Jakarta juga akan ditangani selama periode tahun 2020.
  6. Mimpinya seperti apa bila hal ini sudah direalisasi?
  • e-Recycle dapat menciptakan suatu sistem sosial ekonomi yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat melalui limbah dengan memanfaatkan teknologi digital.
  • e-Recycle berusaha menggandeng seluruh stakeholder yang terkait dengan limbah untuk bergabung dan mewujudkan kondisi “zero waste” karena limbah langsung dipilah dan didistribusikan ke pengolah limbah sehingga tidak ada limbah yang tercecer dan mencemari lingkungan.
  • PT. Multi Inti Digital Lestari sebagai perusahaan yang menghasilkan produk e-Recycle ini berusaha eksis dan dapat berkembang di industry waste management / manajemen limbah berbasis teknologi digital.

Info lanjut:

Ita Luthfia
Head of Corporate & Marketing Communication Multi Inti Sarana Group
08111 885525
ita@multiintisarana.com
www.multiintisarana.com

Related Posts

Leave A Reply