Bus milik MIT siap menjadi sarana transportasi penunjang kebutuhan pariwisata

Geliat Sektor Pariwisata, Magnet Bisnis Perusahaan Transportasi

Sektor pariwisata Tanah Air sepertinya tidak pernah berhenti bergeliat. Tak heran, pemerintah sendiri menargetkan sektor ini dapat menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia. ‘’Potensi pariwisata Indonesia yang indah harus bisa diintesifikasi dengan baik. Saya yakin 5 tahun ke depan pariwisata Indonesia bisa menjadi unggulan,’’ ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga mendorong sarana akomodasi ataupun transportasi yang memadai guna mengembangkan sektor pariwisata ini. Semisal pada 2020, Kementerian Perhubungan diketahui telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,06 triliun untuk pembangunan dan pengembangan sektor transportasi di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara.

‘’Kita akan sediakan bus pariwisata dari Silangit ke Ajibata dan Silangit ke Kaldera. Kita lihat dulu kebutuhannya di Danau Toba. Kita akan menyubsidi mereka. Katakanlah mestinya angka ekonomis berapa Rp20 ribu, nanti kita subsidi supaya terjangkau dan mudah,” terang Menhub.

Kepedulian pemerintah terhadap moda transportasi darat ini juga telah dituangkan melalui aturan baru yang memperpanjang batas ketentuan usia operasional bus wisata. Alhasil, dari sebelumnya yang hanya 10 tahun, kini berlaku Peraturan Menteri (PM) No. 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 117 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Tidak dalam Trayek ditambah menjadi 15 tahun.

Perubahan ini sejatinya sejalan dengan permintaan Perkumpulan Transportasi Wisata Indonesia (PTWI) kepada Kementerian Perhubungan untuk memperpanjang masa peremajaan bus wisata menjadi 15 tahun dari 10 tahun pada tahun lalu. Pasalnya, usia bus wisata 10 tahun menjadi tantangan berat para anggota PTWI yang dihitung pada saat memulai investasi.

Kini para pemilik bus pariwisata pun tentunya dapat bernapas lega dengan perpanjangan waktu tersebut, karena bakal menambah unit bus yang masih bisa beroperasi kembali. Meski demikian, harus diakui pemilihan bus pariwisata oleh konsumen dewasa ini yang selalu menginginkan bus yang berusia muda hingga sekitar 3-4 tahun.

Jumlah Bus Pariwisata Terus Meningkat
Seiring sektor pariwisata yang terus didorong oleh pemerintah, telah menjadikan bisnis bus pariwisata kian menarik. Sekadar catatan, data dari Kemenhub menyebutkan pertumbuhan jumlah bus pariwisata yang terus berkembang selama periode 2014-2018 yakni berturut-turut berjumlah 19.834 unit bus (2014), 21.277 unit bus (2015), 22.971 unit bus (2016), 24.524 unit bus (2017), dan 24.679 unit bus (2018). Selain itu, juga terjadi perkembangan izin penyelenggaraan angkutan sewa bus pariwisata pada tahun 2018 sebesar 2.495, yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 2.341.

Tak heran, beberapa perusahaan transportasi juga turut menargetkan pendapatan dari sektor ini sepanjang 2019. Penyebabnya, selain pengembangan digital yang dilakukan perusahaan, membaiknya infrastruktur seperti Jalan Tol Trans Jawa dan tingginya harga tiket pesawat turut menjadi alasan lainnya.

Sumber: Diolah
Foto: Dok. Multi Inti Transport

Related Posts

Leave A Reply