INFO PENTING Jambi, 28 Bus Koja Trans sudah Beroperasi, Jauh Dekat Rp 5000 Fasilitas Komplit

WWW.TRIBUNJAMBI.COM – JAMBI. Capsule Bus Koja Trans resmi beroperasi di Kota Jambi. Pada Senin (28/10), dilakukan grand launching di lapangan utama Balai Kota Jambi. Untuk tahap awal ada 28 bus yang akan beroperasi. Operasional Koja Trans dilengkapai dengan fasilitas modern yakni AC, CCTV, free WiFi, USB charger, bangku prioritas untuk penumpang dengan kondisi khusus, dan multimedia.

Hadirnya bus sistem aplikasi ini menjawab permasalahan transportasi darat di Kota Jambi. Dikatakan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, 28 bus untuk tahap awal yang dilaunching sesuai dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober.

“Capsule bus menjawab permasalahan, karena lebih dari 5 tahun menjadi ‘PR’ saya sebagai Walikota. Baru terwujud hari ini,” kata Walikota Jambi Sy Fasha, usai grand launching Koja Trans, kemarin (28/10).

Dalam waktu dekat jumlah bus ini akan ditambah hingga menjadi 200 bus yang akan mengisi semua koridor yang ada di Kota Jambi.

“Setelah semua koridor terpenuhi dan berjalan, Pemkot Jambi akan mengeluarkan perwal terkait larangan anak sekolah yang belum memiliki menggunakan motor ke sekolah. Tetapi kami menyiapkan dulu jumlah bus ini,” imbuhnya.

Operasional Koja Trans dilengkapai dengan fasilitas modern yakni AC, CCTV, free WiFi, USB charger, bangku prioritas untuk penumpang dengan kondisi khusus, dan multimedia.

Selain itu, capsule bus juga dilengkapi peta yang disesuaikan dengan koridor bus yang tersedia. Koja trans tersebut memiliki kapasitas 13 penumpang.

“Bus ini sangat aman dan nyaman, dilengkapi juga dengan gps yang selalu memantau perjalanan bus. Penumpang jangan takut dibawa lari oleh supir,” tutur Fasha.

“Kepada masyarakat Kota Jambi gunakanlah bus ini, karena aman, nyaman dan murah. Hanya Rp 5 ribu jauh dekat,” sebutnya.

Lebih lanjut Fasha menyebutkan, bus berbasis aplikasi dan sitem bayar e-money ini merupakan tuntutan zaman. Karena zaman sudah berubah, sehingga perlu penyesuaian. “Zaman sudah berubah, kita harus menyesuaikan. Ini solusi angkutan darat kita,” ujarnya.

Terkait dengan angkot yang masih beroperasi di Kota Jambi, Fasha menjelaskan, nantinya angkot disiapkan sebagai fider yaitu penghubung dari rumah ke halte-halte titik bus. “Tidak kita kesampingkan angkot, tetap beroperasi,” sebutnya.

Kata Fasha, Pemerintah Kota Jambi juga akan memeberikan subsidi kepada angkot yang masih beroperasi. “Sepereti BBM dan lain sebagainya. Mungkin nanti nilainya tidak seberapa, tapi itu bentuk perhatian pemerintah,” ujarnya.

Pengusaha angkot sebut Fasha, boleh ikut bergabung untuk capsul bus. PT Multi Inti Digital Transport selaku pengelola Koja Trans membuka peluang untuk bekerjasama dengan masyarakat Kota Jambi untuk bersama-sama berinvestasi.

“Bergabung dengan PT Multi Inti Digital transortasi, tapi busnya ditentukan, karena tidak boleh berbeda. Aplikasinya yang dipakai juga aplikasi PT Multi Inti Digital Transport. PT ini juga menyiapakan angkutan untuk disabilitas dan ambulan,” katanya.

Sementara itu Chairman MIS Group Tedy Agustiansjah pada kesempatan yang sama menyatakan bahwa kehadiran Capsule Bus Koja Trans di Jambi merupakan wujud komitmen MIS Group dalam membangun usaha dengan karakter Purpose Driven Innovation.

“Kami berharap, seiring dengan semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Capsule Bus Koja Trans mewujudkan kelancaran mobilitas masyarakat Jambi melalui dukungan fasilitas transportasi modern yang murah, aman, dan nyaman,” kata Tedy. Lebih lanjut Tedy menyebutkan, inilah jawaban tas revolusi 4.0.

“Kita harus berubah. Semuanya beroperasi secara digital,” sebutnya. Kota Jambi kata Tedy, memang pertama di Indonesia menggunakan bus sitem aplikasi ini.

“Kami akan terus kembangkan ini ke kota-kota lain secara nasional,” sebutnya. Kota Jambi dipilih untuk diterapakannya bus pintar ini karena sebut Tedy, Walikota Jambi membuka peluang bagi mereka untuk berinovasi.

“Walikota Jambi sangat berpikir maju, cocok dengan filosofi kami,” katanya.

Tedy mengungkapkan, semua kota-kota di Indonesia bercita-cita adanya smart city. Ini merupakan suatu tonggak masyakarat untuk melihat kedepan.

“Dizaman revolusi 4.0 ini semua harus berpacu maju. Kami lihat ada peluang di Kota Jambi, sehingga kami memulai dari kota ini,” katanya.
Untuk total bus yang akan beroperasional di Kota Jambi setelah dihitung ada sekitar 200 bus.

“Sekarang terus di produksi untuk mengejar angka tersebut,” pungkasnya.

Related Posts

Leave A Reply