Multi Inti Digital Bisnis bersiap mengembangkan lima aplikasi digital

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bisnis digital yang terus tumbuh membuat perusahaan harus mulai menyiapkan diri menghadapi era disrupsi digital. Salah satunya PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB). Perusahaan ini mulai mengembangkan ekosistem digital dengan mendirikan MDB Innovation Center.

Menurut  Tedy  Agustiansjah, Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group, melalui MDB, MIS Group akan memiliki lima start up yakni Capsule Bus, Privilege, Digital Logistics, coopRASI, dan e-Recycle.

Subhan Novianda, CEO PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB), juga berharap keberadaan MBD Innovation Center bisa memberi wadah bagi milenial untuk beraktivitas di bidang digital. “Inovasi yang yang dihasilkan bisa memberi manfaat dan hal positif bagi dampak sosial,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (18/8).

Salah satu aplikasi berlabel Capsule Bus sudah diujicoba awal Agustus lalu di Jambi. Saat beroperasi, ada rencana ekspansi ke beberapa kota besar lain termasuk Jakarta. “Bus berbasis aplikasi ini bisa menjadi solusi penggunaan transportasi umum di kota besar,” papar Tedy.

Nantinya pengguna Capsule Bus bisa mengetahui posisi dan jam keberangkatan bus.  Untuk fasilitas pembayaran juga bisa dilakukan di aplikasi ini secara non tunai. Bila tidak ada halangan, aplikasi Capsule Bus bisa meluncur akhir  Oktober 2019. Menurut Subhan, sampai akhir tahun ini akan tersedia 100 unit Capsule Bus di Jambi.

Aplikasi lain yakni Privilege. Ini adalah aplikasi lanjutan dari Pracico Privilege, sebagai kartu anggota KSP Pracico berbasis digital. Kalau di versi pertama ada sarana free entry di  executive lounge di Indonesia dan Singapura, yang versi terakhir ini ada layanan vocer hotel gratis.

Sedangkan Digital Logistics sudah mulai beroperasi sejak Mei 2019. Aplikasi ini  membidik segmen B2B dengan menawarkan platform logistik untuk perusahaan yang ingin melakukan pengiriman barang ke seluruh Indonesia. Saat ini MDB sudah melayani sejumlah pelanggan antara lain anak usaha perusahaan penerbangan, perusahaan konsumer dan logistik.

Selanjutnya ada coopRASI. Ini adalah aplikasi bagi koperasi yang memudahkan  ragam layanan koperasi. Seperti membantu membenahi alur pembukuan koperasi secara terintegrasi. Layanan ini merupakan software as as service. Aplikasi ini menyediakan layanan koperasi berbasis cloud atau web base.
Berikutnya ada aplikasi E-Recycle. Ini  merupakan digital waste management untuk membantu pemerintah dalam permasalahan sampah plastik. Caranya dengan mendownload aplikasi, nantinya sampah plastik yang terkumpul bisa dijual melalui aplikasi mobile.  Rencananya sampah plastik akan diproses di processing plant untuk dicacah menjadi cacahan plastik yang bisa diolah menjadi biji plastik.

Saat ini tim tengah mempersiapkan aplikasi, membangun warehouse, dan menyiapkan  lokasi untuk membangun pabrik. Untuk proyek percontohan rencananya di Jakarta Timur. Sedangkan wilayah Jabodetabek ditargetkan akhir tahun ini. “Target kami tahun 2020 pabrik pengolahan plastik sudah beroperasi,” papar Subhan.

 

Related Posts

Leave A Reply