Harkopnas 2019 di Purwokerto: Koperasi Wajib Go Digital Jika Ingin Tetap Bertahan

TRIBUNNEWS.COM – PURWOKERTO. Teknologi bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi menjadi keharusan jika tetap bertahan.

Itulah kunci yang menjadi jalan bagi koperasi agar dapat terus eksis dan berkembang. Bersamaan dengan puncak Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-72 yang di GOR Satria Purwokerto, para pelaku koperasi didorong untuk go digital.

“Tantangan koperasi saat ini adalah harus bisa go digital, jika tidak maka akan ditinggalkan oleh anggota serta tergerus persaingan dengan perbankan yang semakin masif menggarap pangsa pasar koperasi,” ujar CEO PT Sistem Digital Transaksi Indonesia (SDTI), Subhan Novianda, kepada Tribunjateng.com, Jumat (12/7/2019).

“Dari total jumlah koperasi di Indonesia sebanyak 200 ribu, yang sudah tutup mencapai 70 ribu,” paparnya.

Tersisa hanya kisaran 130 ribu koperasi. Dari koperasi yang masih tersisa tersebut, sebagian banyak yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT).

Bisa dibilang meskipun koperasi itu masih bisa bertahan, namun nyatanya tidak semua dalam kondisi sehat.

“Bagaimana koperasi kita mau sehat, kalau sekarang perbankan juga sudah menyasar kepada pedagang-pedagang kecil yang tidak mempunyai rekening,” katanya. Lebih lanjut Subhan memaparkan jika, orang-orang kecil semestinya seharusnya menjadi lahan koperasi.

Akan tetapi, saat ini sudah digarap oleh pihak perbankan dengan menawarakan program-program dan berbagai kemudahan yang diberikan.

“Sehingga kebutuhan teknologi sudah bukan lagi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan dan koperasi harus mampu go digital,” pungkasnya.

Saat ini masih banyak koperasi yang menggunakan teknologi tradisional untuk menunjang transaksi finansial para anggotanya.

Hal ini disebabkan keterbatasan koperasi dalam pengadaan sebuah sistem yang handal dan efektif.
Sistem Digital Transaksi Indonesia (SDTI) sistem coopRASI sebagai solusi membuat koperasi maju dan berkembang terutama dalam industri digital.

Chairman Multi Inti Sarana Group, Tedy Agustiansjah menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi mesti membuat koperasi lebih adaptif dan dinamis dalam merespon berbagai tren serta perkembangan terbaru di tengah masyarakat.

Koperasi harus segera mengadopsi teknologi informasi (TI) baik untuk manajemen maupun pelayanan anggota.

“Suka tidak suka, digitalisasi koperasi adalah tuntutan, agar koperasi terus berkembang dan mensejahterakan anggota,” katanya.

Sementara itu puncak Harkopnas, pada Jumat (12/7/2019), Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla dijadwalkan hadir di GOR Satria untuk untuk menyambut para pelaku usaha koperasi dari 25 Propinsi dan 66 Kabupaten se-Indonesia.

Tema yang diusung dalam Harkopnas tahun ini adalah ‘Reformasi Total Koperasi di era Industri 4.0’, dimana koperasi diharapkan memasuki era go digital.

Related Posts

Leave A Reply