Kontribusi Koperasi terhadap PDB Nasional Baru 4,48 Persen

PROKAL.CO – JAKARTA. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat bahwa hingga saat ini jumlah wirausaha di Indonesia kini tercatat sekitar 3,1 persen dari total penduduk atau sekitar 8,06 juta jiwa. Sementara, kontribusi koperasi terhadap PDB nasional baru sebesar 4,48 persen. Meski angka ini sedikit lebih baik dibandingkan kontribusi koperasi terhadap PDB di periode yang sama pada 2016, yakni 3,99 persen, namun tetap perlu adanya upaya peningkatan khususnya di bidang koperasi dan kewirausahaan.

Sesmenkop UKM Meliadi Sembiring menyebutkan, salah satu bentuk sosialiasi guna peningkatan koperasi dan kewirausahaan yakni dengan penyelenggaraan Pracico Journalistic Award (PRAJA) 2018. “PRAJA bisa menjadi suatu sinergi yang efektif antara kementerian dengan pelaku ekonomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan secara merata,” kata Sesmenkop UKM Meliadi Sembiring pada acara Peluncuran Pracico Journalistic Award (PRAJA) 2018 di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place.

Asisten Deputi Penyuluhan Kemenkop UKM Bagus Rachman menerangkan, sebenarnya pada era revolusi industri 4.0 tidak ada yang berubah dalam nilai-nilai yang dijalankan oleh koperasi. Sejak dahulu hingga saat ini, koperasi zaman now adalah koperasi yang menjalankan prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang diyakini secara konsisten antar anggotanya atau dapat disebut sebagai genuine co-operative.

Teknologi digital dan Internet of Things (IoT) yang ditawarkan kepada dunia usaha saat ini dapat dimanfaatkan oleh koperasi sebagai alat untuk efisiensi pelayanan koperasi kepada anggota.

“Koperasi zaman now adalah koperasi yang dapat menggunakan sarana teknologi informasi tersebut dengan bijak dan semata-mata untuk memberikan manfaat yang lebih baik kepada anggota koperasi,” katanya.

Senada dengan keduanya, Asisten Deputi Penelitian dan Pengkajian Kemenkop UKM, Christina Agustin,  menambahkan, dalam mendukung kebijakan pengembangan kewirausahaan, Kemenkop UKM pada tahun 2018  melaksanakan program prioritas utama dengan fokus kegiatannya seperti pelatihan dan bimbingan teknis bagi para pemula, memberikan fasilitas permodalan bagi wirausaha pemula melalui Kredit Usaha Rakyat, fasilitas pinjaman dana bergulir bagi wirausaha muda melalui  LPDB KUMKM, fasilitas promosi dan pameran untuk produk yang dihasilkan pelaku usaha dan wirausaha pemula berbasis IT, dan fasilitasi hak cipta dan hak merek serta IUMK bagi wirausaha pemula.

Di tempat yang sama, Chairman Multi Inti Sarana Group (MIS Group), Tedy Agustiansjah menuturkan, bahwa saat ini perlu kegotongroyongan dari semua pihak untuk membuat koperasi eksis di negeri ini. Mulai dari membangun persepsi dan pemahaman masyarakat luas tentang koperasi zaman now yang bukan badan usaha dengan low image.

Oleh sebab itu, lanjut Tedy, media massa adalah stakeholder penting yang memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat luas. “Kami berharap ajang apresiasi PRAJA 2018 bisa menghadirkan potret kemajuan koperasi dan kisah-kisah inspiratif kewirausahaan di Tanah Air. Semoga ini menjadi langkah bersama yang akan menyuburkan semangat bergotong-royong membangun Indonesia yang lebih baik,” ujar Tedy.

Pada ajang kompetisi PRAJA 2018 ada dua kategori yang dilombakan yaitu Karya Tulis (berupa berita, feature, atau in depth reporting) dan Karya Foto (berupa foto berita atau feature). Penerimaan karya dimulai 3 Septemb;er hingga 3 Oktober 2018. Karya tersebut harus sudah dipublikasikan di media massa dan/atau social media peserta selama periode 1 Januari 2017 hingga 2 Oktober 2018. Sedangkan Malam Penganugerahan PRAJA 2018 akan diselenggarakan pada 16 November 2018 mendatang di Jakarta. (dikutip dari Prokal.co)

Related Posts

Leave A Reply