Lima Fakta Menarik Hari Kebangkitan Nasional yang Diperingati Setiap Tanggal 20 Mei

Setiap tahunnya, Hari Kebangkitan Nasional diperingati pada tanggal 20 Mei, untuk memperingati berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Di jejaring sosial Twitter, sejumlah akun resmi milik pemerintah telah mengucapkan selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas).

Berikut sejumlah fakta menarik seputar hari bersejarah itu.

1. Awal Boedi Oetomo Berdiri
Boedi Oetomo didirikan oleh Dr Soetomo dan sejumlah mahasiswa STOVIA. Saat itu mereka menyadari bahwa masa depan Indonesia berada di tangan mereka.

Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik.

2. Mulai Memunculkan Bibit-bibit Nasionalisme
Boedi Oetomo memang bukan organisasi pergerakan pertama di Indonesia. Sebelumnya telah berdiri beberapa organisasi lain, seperti serikat buruh pertama di Hindia-Belanda, yaitu Staats-Spoor Bond (SS-Bond) dan organisasi pribumi Sarekat Prijaji.

Namun menurut Mohammad Hatta dalam tulisannya di majalah Star Weekly, tanggal 17 Mei 1958, Boedi Oetomo sudah mengandung ”kecambah semangat nasional”. Oleh karena itu, tanggal berdirinya organisasi itu dijadikan sebagai momentum peringatan kebangkitan nasional.

3. Harkitnas Pertama Kali Dirayakan Tahun 1948
Harkitnas diperingati pertama kali pada tahun 1948, di era Presiden Soekarno. Peringatan pertama itu dilakukan di Yogyakarta. Saat itu, Soekarno menunjuk Ki Hajar Dewantara sebagai ketua panitianya.

Melalui peringatan Harkitnas yang pertama, Soekarno ingin merangkul semua pihak yang saat itu terpecah oleh partai politik, untuk bersama-sama melawan Belanda, yang tak mau pergi dari Indonesia.

4. Diperingati Secara Besar-besaran di Tahun 1958
Peringatan Harkitnas kembali diperingati secara besar-besaran di tahun 1958. Saat itu, Soekarno menyampaikan makna berdirinya Boedi Oetomo sebagai tonggak pergerakan nasional.

Menurut Soekarno seperti dikutip dari Berdikari Online, Boedi Oetomo memang bukanlah sebuah organisasi besar.

Meskipun demikian, organisasi tersebut menjadi cikal bakal untuk memajukan masyarakat Indonesia dan menjadi salah satu cambuk untuk memperoleh kemerdekaan.

5. Orang Ini Yang Pertama Kali Menyatakan Peringatan Harkitnas Jatuh Tanggal 20 Mei
Soewardi Soerjaningrat adalah orang yang pertama kali mengatakan tanpa ragu bahwa hari kelahiran Boedi Oetomo adalah hari kebangkitan nasional bagi Indonesia.

Saat itu, ia sedang menjalani masa pembuangan di Belanda. Ia menulis artikel di Nederlandsch-Indie Oud & Nieuw terbitan tahun ketiga, 1918-1919.

Di awal artikelnya ia menulis: “Tanpa ragu kini saya berani menyatakan bahwa tanggal 20 Mei adalah Hari Indisch-nationaal (Indisch-nationale dag). (disadur dari Tribunjogja.com)

Related Posts

Leave A Reply