Kenapa Selalu Ada Barongsai Setiap Perayaan Imlek?

Setiap perayaan Tahun Baru China atau Imlek, barongsai menjadi pertunjukan yang ditunggu. Di klenteng, mal, sampai pasar malam, barongsai hadir memeriahkan momen Imlek. Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini umumnya dimainkan oleh dua orang. Dengan gerakan yang dinamis, barongsai memang menghibur. Namun mengapa pertunjukan barongsai selalu identik dengan Imlek?

“Menurut kepercayaan leluhur (China), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke khayangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di khayangan,” dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St. Dominic Publishing tahun 2015.

Dari kepercayaan tersebut, maka orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

Versi lain menyebutkan, ada legenda yang berkembang di kalangan masyarakat kuno. Mahluk jejadian bernama ‘nien’ (sebutannya sama dengan nien yang berarti tahun baru), suka menyerang manusia dan anak-anak. Konon mahluk jejadian tersebut takut akan warna merah dan bunyi yang keras seperti petasan. Maka dari itu barongsai dengan musik yang meriah menjadi alat untuk mengusir ‘nien’.

Hal yang unik, penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di China adalah ‘Wu Shi’. Negara Barat menyebut barongsai sebagai ‘lion dance’. Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi China di Indonesia. ‘Barong’ berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara ‘Sai’ dalam bahasa Hokkian berarti singa. (Silvita Agmasari – Kompas.com)

Related Posts

Leave A Reply